Skip to main content

Posts

Terimakasih

akhir bulan Juli aku menghadapi kondisi yang mengenaskan :')

Banyak pengeluaran dan sisa uang tidak mencukupi. Ada aja pengeluarannya. Mulai dari beli obat, kontrol, biaya pendidikan, biaya daftar ulang, biaya PP Bintaro-Jaksel, biaya-biaya itu yg membuat aku berpikir, dapet uang dari mana? :')

Akhirnya aku putuskan, ada hal yg bisa aku bayar di bulan Juli dan ada hal yg akan aku tunda untuk aku bayarkan di bulan Agustus (sambil nunggu gajian dari kakak, wkwk).
Sambil menunggu pun, yg tadinya makan selalu beli, buat menghemat, aku jadi mau masak lauk :"

Daan pada akhirnya, hari ini, tanggal 1 Agustus 2017, uang berdatangan begitu saja. Ada aja arahnya. Dari arah yg aku duga sampai arah yg ga aku duga.

Alhamdulillah. Terimakasih adalah hal yang harus aku ucapkan kepada Allah. Terimakasih telah membuat aku bertahan, terimakasih telah membuatku berhasil menghadapi satu per satu kondisi sulit.

Memang benar ya, dalam kondisi sulit, wajib percaya bahwa Allah akan menolong, sela…
Recent posts
Pernahkah kamu marah dang ingin meledak-ledak?
Atau kamu pernah kecewa, sedih tapi tak tau apa yang membuatmu merasa demikian?
Atau kamu marah tapi kamu ga bisa mengungkapkan rasa marahmu ke orang yang membuatmu marah?


Bahagia itu kita yang ciptakan sendiri. 
Dan sebenanrnya, cuma kamu yang tau gimana caranya memperbaiki perasaanmu.

Kalau ada beribu orang yang berusaha menghiburmu, berusaha memotivasimu, tapi kamu tak ada keinginan untuk move on dari hal yang membuatmu sedih, ya perasaanmu akan tetap sama, sedih dan kecewa. Sekali lagi, bahagia itu kita yang ciptakan sendiri.

Hal yang paling sering aku lakukan ketika sedih adalah self talking.
Berbicara dengan diriku sendiri.Mungkin bukan berbicara lebih tepatnya, melainkan aku berusaha memperbaiki emosiku lewat menuliskan perasaan-perasaanku dan alasan yang membuat aku sedih.

Self talking ini sangat membantu bagiku. Aku bisa menguraikan satu per satu, detail, hal yang mebuat aku sedih. Seteleh semuanya tumpah, baru perlahan aku berpik…

Menunggu

Prolog
"Diantara bentuk kedhaliman adalah membuat saudaranya menunggu"
Entah dari mana aku mendapat quote itu. Quote yang memotivasiku untuk sebisa mungkin tak membuat orang lain menunggu.
Dan entah sejak kapan, aku telah berprinsip, lebih baik aku menunggu daripada ditunggu.

Menunggu.
Terdengar melelahkan memang.
Dan menjengkelkan jika terlalu lama.
Namun, ada banyak hal yang bisa aku lakukan sambil menunggu.

Menunggu mengajarkanku akan kesabaran, kesabaran untuk memahami, tak semua orang berprinsip sama denganku yg bersedia datang sebisa mungkin tepat waktu dan tak ingin membuat orang lain menunggu. Menunggu mengajarkanku untuk memahami orang lain yg mungkin masih terjebak dalam 'zona nyaman' nya untuk membuat orang lain menunggu yang sejatinya hal tersebut akan berdampak butuk bagi dirinya sendiri.

Menunggu membuatku jauh lebih kreatif. Aku sadar jika sedang janjian dengan orang lain, lalu aku datang tepat waktu, kemungkinan besar aku akan menunggu kedatangannya, …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…

Tentang Penempatan

Bismillahirahmanirahim
waktu telah bergulir dan saat saat meninggalkan kampus telah di depan mata
penempatan adalah hal yang kami nanti. Atau lebih tepatnya, hal yangg orang tua kami nanti.

adalah aku yg sedikit ingin mengungkapkan hal yg kupikirkan ttg penempatan.
pada dasarnya, kupikir, penempatan dimanapun adalah hal yang terbaik.
.
Di Jakarta misalnya
entah apa instansinya, walau macet, walau penuh sesak dengan lautan manusia, dan walau biaya hidup begitu menjulang tinggi, tetap ada kebaikan disana.
Bagaimana tidak? Jabodetabek adalah tempat paling save dalam hal keilmuan di kota besar. Surabaya? masih jauh dibawah Jabodetabek, menurutku. Ada kajian dimana-mana, tak mengenal pagi,siang,sore, malam, tiap waktu pun ada. Kajian adalah alasan terbesar untuk bertahan di Jabodetabek.
Bintaro utamanya. Kebaikan dan kebermanfaatan tersebar begitu mudahnya disini. Ada banyak sarana belajar, FHQ An-Nashr dengan para pengajarnya, HCQ MBM dengan segala programnya, dll adalah hal yang tak bis…

Mereka para Ulama

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tulisan ini penulis tujukan sebagai rasa kasih sayang kepada seluruh saudara muslim secara umum sebagai upaya untuk selalu saling mengingatkan dan selalu menjaga hak-kewajiban sesama muslim. Semoga Allah selalu menjaga niat baik dalam jalan-Nya. Semoga Allah mengizinkan kita untuk wafat dalam keadaan islam, iman, dan ihsan agar bisa berkumpul di Jannah-Nya. Aamiin. Pemimpin harapan jagat raya, seperti apakah itu? Mari kita sedikit belajar sejarah dengan melihat kepemimpinan Rasulullah dari tahun satu hingga sepuluh hijriyah. Rasulullah sallallahu alaihi wassalam menjadi raja dan nabi di kota Islam pertama di dunia, Madinah Al-Munawarah. Masyarakat Arab yang awalnya adalah masyarakat yang jahil, dibawah kepemimpinan Rasulullah, menjadi masyarakat yang beradab dan disegani. Bagaimana tidak? Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bahkan, Rasulullah-lah pelopor pertama cara penulisan pembukaan surat yang dipa…

wqwq

Cinta itu menjaga Agar yang dicintai tetap dalam ketaatan kepada-Nya Walau mungkin harus terluka Menahan diri untuk menjumpainya
Cinta itu memahami dan mengerti Agar yang dicintai tetap dalam kebaikan dihadapan Sang Ilahi Walau terus berusaha meyakinkan diri Bahwa beginilah arti menyayangi
Dan jika mencintaimu adalah hal yang sulit diwujudkan Aku memilih menghapusmu dalam setiap ingatan  Karena cinta bukan hanya tentang perasaan Bukan hanya tentang kesenangan Cinta adalah persiapan Akan amanah besar yang akan diemban