Skip to main content

Posts

Tiga Postingan

Suatu kebahagian Melihat salah satu dosenku, yang dulu masih di DJA, kini ada di kampus ini. Pak Siswanto, dosen AKL II. Hari ini, aku melihat kebahagiaan di raut wajah beliau yang dalam hematku memberikan tentir untuk mahasiswa yang ada di masa UAS.
Maaf ya pak, saya ambil gambarnya tadi diam-diam, hehe. Seneng banget rasanya lihat wajah Bapak yang kelihatan ikhlas bahagia berbagi ilmu.

Tiga hari ini, aku jaga seleksi dosen. Dosen tamu atau NIDK sebutannya. Satu per satu dosen yang dulu aku cuma tau namanya, bisa aku temui sekarang. Satu per satu dosen yang dulu namanya familiar, data-data tentang beliau bisa aku ketahui sekarang lewat arsip. Banyak banget yang menginspirasi. Pak Siswanto salah satunya.
Baiklah itu part pertama dari postingan kali ini. Part kedua adalah...

Foto ini diambil saat masih bertanya-tanya, akankah aku bisa lulus dari STAN? Haha.  Sebenernya nemu beberapa foto lain, tapi lebih baik jadi dokumen pribadi. Maaf banget, zela aku tutupin mukanya, supaya auratnya …
Recent posts

Menyadari

Kemarin
dengan banyak pikiran aku pulang dari kantor

Selepas maghrib, Ibuk meneleponku. Menanyakan beberapa hal dan menceritakan beberapa hal.

Setelah menelepon, aku melanjutkan satu per satu hal yang harus aku selesaikan. Menjemur, mencuci, membaca, mengerjakan ini dan itu, hingga waktu menunjukkan hampir jam 10 malam.

Aku menelepon ibuk yang kemudian ibuk menelepon balik.
"kenapa dik?"
"tolong bangunkan lewat telepon."

Setelah percakapan itu, ibuk melanjutkan cerita. Dari beberapa cerita tersebut, sampailah ibuk pada cerita yang telah ibuk sampaikan pada telepon setelah maghrib tadi.

Aku, sungguh hanya mampu tersenyum menahan kenyataan.
"Ibuk mungkin sudah mulai pikun, menceritakan hal yang sama dalam waktu yang berdekatan," ucapku dalam hati.

Jujur, semakin bertambah usia, aku semakin takut jika sewaktu-waktu kehilangan orang tuaku. Melihat beberapa teman yang kehilangan orang tua mereka, aku takut merasakan hal yang sama.

Aku takut tidak bisa lagi mem…

#ntms

DI ANTARA BENTUK "TA'AALUM" (SOK TAHU): KEGEMARAN PENUNTUT ILMU YANG PEMULA: UNTUK MEMBUAT KARYA TULIS

Syaikh Bakr Abu Zaid -rahimahullaah- berkata:

"Aku nasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada saudara-saudaraku sekalian:

✔untuk semangat dalam menuntut ilmu,

✔berusaha memecahkan berbagai permasalahan 'ilmiyyah,

✔menguatkan ushul (pondasi-pondasi),

✔menyelesaikan kitab-kitab tebal (yang berjilid-jilid),

✔memperbanyak penerimaan ilmu, dan

✔terus-menerus berusaha untuk mendapatkannya.

DAN JANGANLAH SESEORANG MENYIBUKKAN DIRINYA DENGAN MEMBUAT TULISAN pada pertengahan menuntut ilmu, sebelum dia menjadi ahli untuk itu.

Karena menulis dalam tingkatan semacam ini:

🚨hanya akan memotong jalan ilmu dan pembelajaran,

🚨dan seorang akan membeberkan tentang (kebodohan) dirinya dalam tulisannya padahal dia belum matang.

Sedangkan tulisan yang bisa diterima: maka harus dengan pena orang yang luas pandangannya dan telah lama usaha dia dalam menuntut ilmu.

Dan hasil (dari t…

Yakin

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Bersykur atas segala nikmat yang telah Allah beri


Aku ingat sekali, waktu itu semester satu, di gedung J, hari Jum'at, menunggu pelajaran bahasa Indonesia, aku meneteskan air mata dan menulis di blog ini, menyatakan kesedihanku entah karena apa. Yang ku ingat adalah saat itu masih berat bagiku untuk menjalani hidup disini, berat untuk mengalahkan ketakutan akan ancaman DO. Dan yang ku ingat, aku sedih karena merasa tertinggal, teman-teman SMA saat itu sudah semester tiga sedangkan aku memulai kembali kehidupan sebagai maba.

Hari demi hari aku lewati, kesedihan itu berubah menjadi rasa cinta. Cinta yang sulit untuk didefinisikan. Cinta pada almamater yang membuatku merasa nyaman dan aman. Walau ketakutan akan ancaman DO itu tetap ada, aku tak lagi menghadapinya dengan air mata, aku pasrah, kalaupun harus DO, aku masih bisa belajar hal lain, dimanapun tempatnya, walau bukan di bangku kuliah, pikirku saat itu.


Dan hari…

Salut

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Cerita hari ini, masih sama dengan kemarin, yaitu tempat kerja.


Gimana rasanya hari kedua OJT di kampus? rasanya...
SENENG PAKE BANGET!

Walau hari ini banyak yang dikerjain, mulai dari input data, identifikasi duplikasi data, minta tanda tangan kaprodi sampai datengin ke kelas karena kaprodi lagi ngajar, stress karena ga ngerti salah satu rumus excel yang bener, bikin nomor surat dan ternyata ga jadi, dll, tapi itu bikin seneng banget! Ga tau kenapa.

Dan hari ini aku merasa salut pada Pak Andy, Kaprodi DIII Akuntansi.
Aku yang berada di ruangan jurusan Akuntansi, melihat sendiri betapa banyak volume pekerjaan beliau, betapa banyak yang beliau pikirkan untuk DIII Akuntansi. Ada yang minta ruang tentir, ada yang minta waktu buat bimbingan, ada juga kewajiban ngajar, dll, tapi beliau sungguh menghadapi itu semua dengan tenang, dengan penuh senyum.

Aku melihat sebuah keikhlasan dari wajah beliau, bahwa beliau benar-benar me…

Cerita Hari Ketiga - OJT

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tiada kata yang pantas terucap selain Alhamdulillah
Allah mengizinkan aku untuk OJT di tempat yang aku inginkan, Politeknik Keuangan Negara STAN.



Dan yang kedua kali, tiada kata yang pantas terucap selain Alhamdulillah
Allah mengizinkan aku ditugaskan di jurusan Akuntansi
which is ngurusin jurusanku sendiri

I do know that so many things I haven't known yet
jadi ceritanya today aku diberi tugas denga volume yang besar (menurutku)
dan salah satunya melibatkan teknologi

Teknologi
ga suka? JELAS! Karena aku gaptek

Namun anehnya adalah, entah mengapa diberi tugas itu dan diberi tugas lain dari kaprodi aku malah seneng
bahagia banget dan ga tau kenapa



Mungkin karena dulu aku ga bisa kontribusi banyak buat kampus, terutama buat jurusanku karena alu sibuk belajar di kamar kos

Dan sekarang saatnya aku berkontribusi
saatnya aku 'memberi' sesuatu yang berguna untuk kampus
Alhamdulillah banget. Rasanya ini adalah caraku un…

Dari Hati

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

sudah 2018 dan Faiza masih berdiri di sini
berdiri dalam kebingungan untuk memilih
apa yang harus Faiza ikuti
perasaan atau logika?

Faiza does know that rasa sayang tidak muncul tiba-tiba
dia adalah proses yang kemudian menjelma menjadi cerita
dan mungkin memang demikian adanya
ketika perlahan Faiza menyadari, sulit untuk menghapus Aziz dari pikirnya

bagaimana rasanya ketika kamu mengharapkan seseorang yang entah hatinya untuk siapa
bagaimana kemudian rasanya ketika kamu ingin bersanding dengannya tetapi terhalang waktu dan realita
hal yang sering Faiza tanyakan

Aziz sedang menunggu
entah apa yang dia tunggu

dan Faiza pun menunggu
walau Aziz tak pernah memintanya untuk menunggu
karena tidak pernah ada kejelasan diantara dua orang yang mungkin saling mengangumi

apa Faiza harus pergi?
menghapus perlahan bayang Aziz dari pikirnya
atau apakah Faiza harus bertahan?

Faiza tak pernah dan tak akan pernah bisa mengubah hati sese…