Bakuriya-san

Hmm..postingan kali ini aku tujukan untuk kakak,my inspiration


Kakakku (biasa panggil mas) bernama Ahmad Fakhry Himawan. Lahir di Madiun,21 September 1991. Besar di Surabaya. Masa remaja di Tulungagung dan sekarang di Jakarta.
*kemaruk ancen,hihi*
Imut kan? iya,aku yang imut maksudnya,hihi ;p


Dulu dia memanggilku rahmon (karena dulu jaman – jamannya digimon,jadi dengan kata lain aku adalah monsternya). Terus setiap ahad pagi,aku selalu dikalahkan untuk nonton kartun kesukaannya. Jadi jangan kaget kalau aku mudeng diajak ngomongin Digimon,Pokemon,Monster rancher,Ghost at School,Yu Gi Oh!,One Piece,Inuyasha dll yang sek akeh

Seneng deh waktu masih kecil itu,aku sama masku sering berantem. Padahal aku yang nggarai. Tapi mesti masku yang akhirnya ngalah gara – gara aku nangis terus ibukku marah *hehe,piis mas*

Senengnya lagi,masku seneng nggambar dan main PS. Jadi aku sering digambarin tokoh – tokoh yang Digimon dan aku jadi mahir main PS. Sampai sekarang,kalau masku pulang ke Surabaya,hobinya tetep main PS. (padahal udah kuliah)
Pernah waktu masih kecil,aku males puasa. Terus masku yang sudah agak besar(waa sebesar apa?hehehe) bilang gini

“aku mau main game PS *****(sensor) sampai tamat,asal kamu mau puasa penuh”

Nah,berhubung aku doyan banget sama game itu tapi gak bisa mainnya,aku iyain aja perjanjian itu. Jadi deh,aku puasa penuh*dasar anak kecil,selalu ada maunnya*

Tapi..hiks hiks(waa..sudah mulai memasuki kisah yang sedih)

Masku pindah ke Tulungagung waktu kelas 1 SMP. Jadi deh aku main PS sendiri. Sebenernya ada senengnya juga sih,karena TV bisa selalu aku maksimalkan. Tapi sedihnya.aku tinggal berdua aja sama Ibuk.

Terus waktu kelas 3 SMP,masku dapet danem tertinggi di sekolahnya lhoo *sombong2 dikit xp*

Awalnya masku mau pindah lagi ke Surabaya. Tapi masku tetap memilih melanjutkan di Tulungagung. Karena danemnya kurang koma buat masuk SMALA!!(SMA ku tercinta :DD)
Jadi,3 tahun berikutnya dia sekolah di SMA TERBAIK SE TULUNGAGUNG *sombong2 banyaaaaak,muahahahahahaha*

Nah,disitulah awal aku sadar kalau masku penuh pengorbanan. So sweet

Waktu kelas 2 SMA,di bilang gini

“lihat dek,aku seperti ini, berjuang buat kamu dan ibuk. Aku sudah harus memikirkan bagaimana kita nanti jika ibuk sudah gak kerja. Karena aku yang akan bertanggung jawab atas keberhasilanmu dan ibuk.”

Aku ngrasa masku sudah tambah dewasa. Mungkin keadaan yang memaksanya seperti itu. Atau mungkin kesadarannya akan tanggung jawab yang besar. *ayo lanjutin ceritanyaaaaaa*

Nah,akhirnya masku lulus SMA tahun 2009. Terus dia pulang pergi Surabaya – Tulungagung untuk tes ini itu. Aku masih inget raut mukanya yang stress gara – gara tes ini itu. Mungkin karena kata – kata ibuku ya

“inget ya le,kamu gak akan sekolah kalau kamu gak dapet PTN”

Jadi deh dia terpcu dan semangatnya semakin membara kayak bugendoramon(apa sih -.-). Sampai2 aku terkena dampak yang mendalam(lebai).

Aku jadi sering disuruh ke warnet buat lihat syarat tes ini itu,lihat peluangnya,dll. Tapi gak papa,sambil menyelam minum air. Sambil lihat sayarat, facebook jalan terus,muahahahahahaha(the devil is laughing)

Akhirnya dating hari – hari pengumuman(JENG..JENG..JENG..JENG..efek music)

Pertama ,datang surat dari ITS yang menyatakan bahwa masku diterima di Teknik Informatika(nduewooooooooo). Mas ku jingkrak – jingkrak, ibukku telpon sini sana ngabari kerabat terdekat,aku biasa aja dan kucingku wajahnya bosan hidup(beleh aja gimana?)

Kedua,setelah melalui proses tes yang sangat panjang.bolak balik Surabaya – Sidoarjo,sampai muntah – muntah gara – gara keracunan,pulang sampai malem,akhirnya ada pengumuman yang menyatakan bahwa masku diterima di PLN.(luwih ndewoooooo)
Setelah datang kedua tawaran diatas,masku menimbang – nimbang dengan timbangan(yo gak lah)

Akhirnya dengan tidak berat hati,masku memilih ITS(selamat ya ITS,sudah terpilih ;)).

Setelah menjalani hari hari di ITS,raut wajahnya semakin suram karena kuliahnya susah katanya. Ibukku yang awalnya bangga karena mas berhasil masuk dengan biaya paling murah ikut kasihan. Akhirnya datang cahaya berkah yang menyelamatkan masku~lebai
Datang pengumuman yang menyatakan bahwa masku diterima di STAN Jakarta(subhanallah..oke mas aku ngaku kalah). Dari 88.000 pendaftar yang diterima adalah 2000.

Akhirnya,masku meninggalkan ITS yang telah menjadi belahan hatinya selama ini.hiks..
Waktu aku Tanya kenapa,jawabnya singkat

“aku memilih sekolah yang sudah pasti kerja dek,aku mau sehabis kuliah langsung kerja dan bisa bantu ibuk nyekolahin kamu.”

Ya ampun,so sweet bangeeeeeeeeeeeet
Jadi tidak salah kalu masku adalah sumber inspirasiku. Dia rela meninggalkan sekolah yang selama ini dia idam – idamkan untuk masa depan keluarganya. Dia tetap berjuang walau jauh dari orang tua. Dia telah berhasil membuat ibukku bangga. Dan itulah yang selalu mengutkan aku. Aku juga ingin seperti dia,bahkan aku ingin lebih*dasar manusia tidak pernah puas*

nah,masku yang paling tengah
ganteng kan,ada yang mau? *kayak barang aja ditawarin*

Comments

Popular Posts