Pelajaran di koridor kelas XI


Hidup
Apa hidup itu?

Kata sebagian orang hidup itu indah,penuh warna dan keajaiban
Kata sebagian yang lain,hidup itu kelam dan penuh cobaan

Seindah atau sejelek apapun hidup,hidup tetap terdefinisi oleh satu kata. Yakni ANUGRAH. Ya,hidup adalah anugrah.


“jika diuraikan kembali,hidup ini bagaikan sebuah cerita dalam sinetron dengan orang orang yang berlalu lalang didalamnya”

Hari ini,aku kembali belajar mengenai kehidupan
Aku berjalan dikoridor itu. Koridor yang dipenuhi oleh teman temanku. Aku bertemu dengan salah seorang temanku,Danissa. Aku mengajaknya menuju Perpustakaan. Kami pun membuka computer di ruang yang dipenuhi buku tersebut. Mulai bermain facebook dan blog.

Pukul setengah tiga

Kami diusir dari perpustakaan karena penjaganya mau pulang. Danissa mengantarku kembali ke kelas untuk mengambil tas. Lalu kami duduk di koridor kelas XI dan memulai pembicaraan.
Kali ini,hal yang kami bicarakan cukup penting. Setelah lama mengenalnya,aku baru pertama kali ini membicarakan hal yang penting dengannya. Ini adalah tentang kami,tentang hidup kami,tentang orang orang disekitar kami dan tentang masa depan kami.

Aku bercerita tentang masa sulitku. Ketika aku melakukan hal yang pada akhirnya menyusahkan diriku sendiri. Air mata mulai jatuh dari mataku. Aku hanya bisa termenung ketika Danissa mulai melontarkan beribu ribu kata untuk menguatkan aku. Ia meyakinkan ku bahwa yang aku lakukan tak boleh untuk disesali karena hal itulah yang terbaik.
Dan kali ini,aku bercerita mengenai hal lain yang membuatku lebih menangis. Dan tetap sama,dia memukul pundakku seraya berkata “Hanya orang orang yang kuat yang akan diberika cobaan seperti ini”

Hal itulah yang menusukku. Yang menyadarkanku untuk bersyukur bahwa Allah menginginkan aku menjadi seorang yang kuat,bahwa Allah masih sangat menyayangiku sehingga aku diberikan cobaan seperti ini.
Air mataku mulai kering. Dan kami mulai bercerita kembali. Kali ini adalah tentang Danissa. Tentang dia yang belum aku ketahui. Seperti apa yang telah dia lakukan,aku berusaha menguatkannya. Merusaha memilih kata terbaik untuk membesarkan hatinya.

Dan hari ini aku sadar,setiap manusia memiliki cobaannya masing masing. Setiap insane memiliki cerita sendiri sendiri. Baik buruknya, indah tidaknya, ini semua hanya didasarkan pada satu hal. Yakni bagaimana cara kita memandang hidup tersebut. Seberat apapun cobaan itu,jika kita memandangnya sebagai hal yang akan membuat kita menjadi insan yang lebih baik,InsyaAllah ujian itu akan mudah untuk dilewati.

“Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”

Comments

Popular Posts