Skip to main content

3 Juli 2009


Angin kencang mulai berhembus,
awan petang mulai merambat naik
dan daun-daun pun berterbangan dengan sangat kencang. 
Udara dingin mulai menyelimuti,
membangunkanku dari tidur siangku.
”dingin”ucapku lirih.

Aku terlalu lelah hingga akhirnya tertidur setelah melalui perjalanan yang panjang. 
“saat ini,tempat inilah yang terbaik”,gumamku dalam hati sambil membasuh muka.

Entah apa yang merasuki ku.
tubuhku serasa memaksa untuk mengelilingi rumah itu.
ya,aku berada di rumah pamanku yang berada di Jember.
memang jauh sekali dari Jakarta.
tapi aku merasa inilah keputusan terbaik saat ini.

Langkahku terhenti di teras rumah.
Pandanganku tertuju pada sebuah benda tua yang sepertinya sudah lama tak digunakan.
Ayunan tua.
Ragaku seakan memaksa untuk mendekati ayunan itu.
aku ingin menaikinya. 
Tapi,aku ragu.
tidak akan apa-apa”ucapku dalam hati.
Dengan sangat hati-hati aku duduk di kursi ayunan itu.

krek”satu ayun
krek”dua ayun
sepertinya memang aman”kataku senang.

Aku menarik nafas panjang
Ada satu titik air yang jatuh tepat di atas kepalaku
Ya,tak berapa lama hujan turun
”aah..aku masih ingin berlama – lama disini”ucapku kesal.

Hujan sudah semakin lebat,suara halilintar pun sudah semakin dahsyat. Tetapi,tubuhku serasa menolak untuk meninggalkan ayunan itu. 
Seolah,tak ingin kehilangan suasana itu.

Aku membiarkan diriku tetap terayun seraya bertanya – Tanya 
“mengapa aku tak ingin masuk kedalam?udara sudah semakin dingin.”
Aku mencoba tuk memejamkan mata untuk mencari jawabnya. 
 
3 JULI!!!SORE HARI!!HUJAN TURUN!!!”
SETAHUN YANG LALU!!”

Aku mulai bergelinang air mata
.”wajahnya masih sangat jelas,senyumnya masih dapat kulihat dan tatapanya masih dapat kurasakan.”, 
Ya,suasana itu kembali mengingatku pada tragedi pada tahun sebelumnya.


3 Juli 2009
Aku terbangun dari tidur siangku. Aku menuju ruang tamu ,menyalakan lap top dan membuka akun yahoo messenger.
Akhirnya online juga..”kata – katanya mengawali perbincangan kami
ya,ada apa?”sahutku
tidak,hanya telah lama menunggu”
Kami terlibat perbincangan seru hingga akhirnya aku menyadari bahwa hujan turun dan hari sudah semakin sore.
Sudah dulu ya..”ucapku mengakhiri perbincangan
Hati – hati”Kata terakhirnya yang tak sempat ku balas.

Aku membuka mata. 
Membayangkan wajahnya adalah siksa.
Menatapnya akan semakin menusukku.
Dan melihat senyumnya adalah racun bagiku.
Aku sadar,air mataku sudah tak tertahan.


langit ikut menangis rupanya”
Aku menemukan alasan mengapa aku tetap bertahan pada ayunan itu.
Aku merindukannya.
Aku merindukan saat – saat bersamanya.
Aku menyesali semua perbuatanku yang menyebabkan ia membenciku.

Dia.
telah lama kusingkirkan dari ingatanku.
Tetapi,tanpa aku sadari,sebenarnya dia-lah alasanku untuk mengasingkan diri ketempat ini.
Berusaha menjauh dan lari dari hidupnya.
Karena aku menyadari kepergiannya akan menambah luka.

Hujan turun semakin lebat. 
Halilintar pun juga semakin dahsyat suaranya
Dan aku merasakan sesuatu. 

BUKAN. 

Aku bukan lagi mengharapkannya.
Aku tak lagi menginginkannya. 
Aku tak lagi ingin memilikinya.
Karena aku tahu,rasa itu telah sirna.
Yang aku rindukan adalah saat aku menjadi sahabatnya.
Saat semua ini belum terjadi. 
Saat tak ada satu rasa yang akhirnya memutuskan persahabatan kami.


Angin kencang semakin menyelimutiku. Ya,dia telah pergi. Meninggalkan suatu kenangan yang pahit
Aku mengusap dada.
Sesak rasanya.

Aku mengerti. Inilah suatu takdir yang menentukan. 
Dengan jalan inilah aku akan semakin kuat.
Dan tanpa aku sadari,aku akan semakin memahami arti dirinya yang sesungguhnya

“aku ikhlas” ucapku sambil tersenyum dan menghentikan tangis.


3 Juli 2010
Seandainya bisa,tapi entahlah. Aku hanya tak ingin mengulainginya.”tulisku dalam diary



Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Jogjakarta

Alhamdulillah sedah pulang..
habis dari Jogjakarta
kemana aja?

ceritanya habis konser Sheila On 7 yang pulang malam malam dan membuat aku dimarahin mas
besoknya ambil rapot langsung tancap gas ke jogja
sampai jogja jam 4 pagi dan shalat subuh distasiun tugu
tapi bukan berarti naik kereta ini, karena di Jogja ga ada saudara,jadi bakal ribet kalau mau kemana mana,makanya kami naik mobil.

selepas stasiun yang uapik dan bersih banget, langsung meluncur ke UGM
liat masjid,makan,belanja
terus menuju ke Keraton Jogjakarta samapi mules
akhirnya kesampaian juga ke Borobudur yabg ruamee
terakhir sampai di Malioboro selepas Isya'

Jogja keren banget :DD
Subhanallah
mesti gini ya kalau habis keluar surabaya
sadar kalau di Indonesia buanyak banget tempat yang bagus dan keren
jadi kenapa harus keluar negeri kalau di negeri sendiri keajaibannya luar biasa?