Skip to main content

tertunda

tersebutlah disuatu kota ada seorang anak SMA bernama Ana.
dia sekolah di salah satu sekolah favorit di kotanya. namun, keadaan sekolahnya tidak sedang dalam keadaan baik baik saja. sejak diberlakukan peraturan tidak bayar sekolah, sekolahnya kekurangan,termasuk dalam hal pembinaan untuk lomba lomba akademik.

Ana sudah berkali kali merasakan kekalahan dalam perlombaan. Ia sadar,bahwa memang membawa nama sekolahnya tidak semudah kakak kakak kelas yang sudah lulus dulu. karena kekalahan kekalahan itulah ia lagi lagi ikut olimpiade tingkat provinsi untuk membanggakan sekolahnya.

Ana sudah mempersiapkan sejak lama,namun suatu hari masalah muncul. Ana yang seharusnya ikut latihan kepempinan di sekolahnya batal ikut karena pada hari yang sama,Ana mengikuti olimpiade tersebut. Adlah suat pilihan yang berat bagi Ana. karena selama SMP ia tidak pernah merasakan latihan kepemimpinan. Namun,mengapa saat terbuka kesempatan untuk mengikuti latihan kepemimpinan,harus bersamaan dengan lomba yang sudah lama ingin diikutinya?

tekad Ana sudah kuat,Ana tidak mau lagi melihat sekolahnya kalah. walaupun,beberapa temannya menyayangkan ketidakikutsertanya dalam latihan tersebut,Ana tetap bertekad untuk membawa nama sekolahnya.

menyesal? ya,Ana memang menyesal,karena mengecewakan teman temannya.

lombapun dimulai, Ana berdoa dengan sungguh sungguh untuk diberikan yang terbaik.
Alhamdulillah Ana masuk ke babak selanjutnya dengan peringkat 5 dari 100 peserta yang lolos.

di babak selanjutnya,Ana yang selama seminggu ini selalu mengejar ngejar guru les untuk mempersiapkan olimpiade ini berdoa agar dikuatkan oleh Allah S.W.T
soal soal olimpiade sangat susah sekali. Ana yang awalnya yakin lolos, menjadi kurang yakin bisa lolos. ditambah lagi dengan ketidaktelitian yang dilakukannya.

sambil menunggu pengumuman,Ana duduk di teras mushola. Ana sudah bersiap untuk meminta maaf pada teman temannya jika tidak lolos.
pengumuman dimulai.
dan memang benar
Ana tidak lolos
ia menjadi peringkat 12 dari 10 yang diambil, sungguh tragis

Ana mungkin sudah siap untuk kecewa, namun ia memang mengecewakan teman temannya.
Ana sadar, tidak lah semudah membalik telapak tangan untuk menjadi juara. karena diatas langit masih ada langit.
Ana merasa kurang berusaha dan terlalu meremehkan hal kecil yang membuatnya menjadi kalah.merupakan suatu pelajaran berharga bagi Ana,karena dengan ini ia sadar akan pentingnya pengorbanan
Ana tahu benar bahwa pengorbanan yang dilakukannya mungkin menjadi hal yang sia sia, namun Ana yakin,Allah sedang menunda impiannya. pasti suatu hari Allah akan membuka jalannya untuk membawa nama sekolahnya.. Amin

"maafkan Ana teman teman, dilain kesempatan Ana akan mencoba lagi"


Comments

  1. Dan ketika sebuah pengorbanan menciptakan sebuah perjuangan... maka itu bukan sebuah kesia-sian...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…