Skip to main content

Juayus

suatu hari di tengah tengah pelajaran sejarah...

"silahkan anak anak bikin rangkuman tentang kerajaan samudra pasai,mataram dan malaka,yang sudah silahkan baca baca saja" kata bu sulis
rahma dan shabrina yang sudah nggarap akhirnya baca baca sejarah sementara teman yang lain nggetu ngerjain

lalu rahma berbalik badan ke belakang,menghadap ke helmi dan ngelihat kerjaannya helmi yang bawa bawa senter
"apa?!"
"gaopo,iseng ae,kamu ngapain bawa senter?"
"mari diklat"

lalu rahma kembali baca sejarah,
"he shab,siapa yang tokoh sejarah yang dipenjara itu?"
"sopo ma?akeh sing dipenjara,columbus iku yo dipenjara"
"halah,yang item itu lho"
shabrina yang lupa lalu hadap ke belakang dan tanya ke aan
"an,tokoh aparteid iku sopo?"
dengan cepat aan menjawab "Nelson Mandela"
"oh yo se..iku lak pelajaran SD"
lalu rahma  pun ikut berbalik ke belakang..

tiba tiba ada hiro menghampiri mejanya helmi
hiro yang akan ikut medspin,minta diajari sama helmi
"he hel,terangin ini dong"

lalu helmi pun hanya senyam senyum sambil mengangkat tangan kanan ke atas dan menyalakan senter yang diarahkan ke soal yang ditunjukkan hiro
"ayo hel,teranngin...."kata hiro
"lha ini aku lagi nerangin"
"mana?"
"kamu pikir aku dari tadi nyalain senter ini buat apa?
aku kan lagi nerangin soalmu pakai senter"

sontak aan,hiro,rahma,shabrina pun tertawa dan memecah keheningan kelas
"sumpah kon kok jayus se mik"kata shabrina

dan hari itu rahma tau perbedaan antara terang dan 'terang' --"

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

Telepon Hari Ini

"Dek, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dalam kebaikan, raih apa yang ingin kamu raih, selesaikan apa yang ingin kamu selesaikan, pelajari semua yang adik ingin pelajari, karena setelah menikah, kamu akan terikat, waktumu tidak akan banyak untuk dirimu lagi. Dan adik harus ingat, jangan takut menikah, tidak semua pernikahan akan berakhir seperti ibuk."

What I have to say?

Something like, I do believe that setiap orang tua ga ingin lihat anaknya sedih. Ga mungkin juga orang tua menghalang-halangi kebahagian anaknya. Mereka hanya ingin menjaga dan memastikan kita ada dalam tempat dan kondisi yang semestinya.

Apalagi seorang ibu.

Tidak mungkin seorang ibu akan mudah melepas anak perempuannya begitu saja. Naluri dan perasaan ibu itu kuat. Maka, aku akan lebih memilih apa kata ibuku daripada perasaanku sendiri.