muhasabah

mau apa?
merengek rengek?

baru saja mulai sudah banyak kesalahan yang saya perbuat
entah,mugkin karna pemikiran ku yang terlalu pendek
tidak menimbang nimbang hal lain
yang juga mungkin akan merugikan orang lain

"kamu berjalan cepat ma, dan kamu kesusahan menyeret anggotamu"
kata salah satu anakku

dan seperti biasa
aku mengangkat jari jari ku untuk menunjuk ke sebuah nomor
dan orang diseberang sana
mendengarkan keluh kesah yang aku alami
sambil berkata "sabar,ini salah kita bersama"


lebih muda?
futur?
aku rasa aku hanya cari cari alasan

maafkan atas kebijakannku yang mungkin banyak mendholimi orang lain

Komentar

  1. Menjadi dewasa itu pilihan. Tapi ketuaan itu hal yang mutlak.
    Menarik menurutku, memiliki seorang qiyadah yang "she's like a kid"
    Kadang-kadang, kita sebagai orang dewasa terlalu "realistis" dan nggak pernah berpikir untuk bermimpi.
    Ntar deh, suatu saat pasti merasakan hal yang sama. Di waktu yang sama ketika aku menuliskan komentar ini.
    Kesimpulannya, kita wajib saling melengkapi. Gimana?
    Kau, teruslah bermimpi besar, seret-seretlah kami ke dalam mimpimu.
    Kami (anak-anakmu), akan mengimbanginya dengan realitas yang ada dalam rangka mencapai mimpi kita bersama.
    Karena sisi plus qiyadah yang lebih muda dari jundinya itu adalah mampu membuat jundinya kembali bermimpi dan berharap kepadaNya.

    Semoga dimudahkan :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

sakit

Takdir

Bagian ternyaman dari Kamar Kos