Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

pak hadi

di sela sela pelajaran biologi oleh pak Hadi

"nak,sebenarnya apa yang salah dari pembelajaran di negeri ini?'
"apa yaa?"
"kalau kalian buat pesawat dari kertas,pasti modelnya yang seperti kalian buat di SD"
"iya pak,dari dulu cara bikin pesawat dari kertas ya begitu itu"
"coba kalau ada anak yang nguntel nguntel kertas terus dia terbangkan dan dia bilang "wee pesawat" bener apa gak?"
"salah pak"
"apa bedanya? untel untelan kertas yang diterbangkan tadi juga bisa melayang kayak pesawat kertas yang diterbangkan kan?'
"iya pak"
"ini yang kadang salah, ketika murid ingin berekplorasi dengan jalan pikirannya maka ia disalahkan
harusnya yang dikembangkan itu nalar bukan hapalan. kalau terus terus menghapal, nalarmu itu akan mati,juga nuranimu" #jleb

mbak mas

Gambar
pukul 18.10
aku melihat koridor yang terlihat gelap karena matahari telah pergi. koridor itu tidak begitu panjang memang, tapi entahlah rasanya koridor itu menyimpan banyak cerita yang menunggu untuk diungkap (tahun depan)
sambil berlalu meninggalkan almamaterku, aku kembali mengingat kejadian hari ini
"perpisahan (?)"

tidak seperti kamis biasanya, hari ini lapangan utara ramai
ramai untuk memberi dukungan moril pada mbak mas kelas XII



suasana pelepasan kelas XII sedih? senang? haru? campur aduk semuanya

tahun lalu juga ada acara yang serupa
namun, aku merasa tak kehilangan apapun saat itu
yang aku tau bahwa saat itu aku harus bersalaman dengan mbak mas dan segera kembali ke kelas

tapi tahun ini?
sungguh bohong jika aku berkata aku tidak ingin menangis
melewati barisan panjang kelas XII
bertemu satu per satu mbak mas yang telah menoreh ingatan di pikiranku
dan mengingat mungkin ini adalah saat terakhir mereka masuk sekolah
barisan yang panjang itu serasa pendek,sangat pendek

dimata mereka

RE-BLOG FROM calon pemimpin yang melawan ancaman individualisme

Kami pemimpin bangsa tak kenal kata menyerah
Walaupun lelah, letih melanda
Badan ditegakkan, lihat lurus kedepan, dengan semangat baja…
Jangan hiraukan tipu daya kemalasan, pikiran jernih, hatipun suci,
Dengan petunjuk Tuhan yang Maha Pengasih, meraih terus,
Presatasi! Prestasi!

Calon Pemimpin Bangsa. Begitulah apa yang ditanamkan dalam benak setiap siswa yang menjadi insan penuntut ilmu di SMA Negeri 5 Surabaya. Sesuai dengan lirik lagu di atas, yang biasanya dikenalkan pada para siswa baru SMAN 5 semenjak Masa Orientasi Siswa. Persepsi tersebut membuat setiap anak di salah satu SMA terbaik di Indonesia ini merasa spesial, menimbulkan sugesti bahwa mereka adalah orang yang penting, dan mau tidak mau memaksa mereka untuk berkontribusi lebih terhadap bangsa dan negara. Sehingga, setiap elemen yang ada di sekolah ini, baik melalui pendidikan di bangku kelas hingga pendidikan di luar kelas, diharapkan mampu mencetak ge…