mbak mas

pukul 18.10
aku melihat koridor yang terlihat gelap karena matahari telah pergi. koridor itu tidak begitu panjang memang, tapi entahlah rasanya koridor itu menyimpan banyak cerita yang menunggu untuk diungkap (tahun depan)
sambil berlalu meninggalkan almamaterku, aku kembali mengingat kejadian hari ini
"perpisahan (?)"

tidak seperti kamis biasanya, hari ini lapangan utara ramai
ramai untuk memberi dukungan moril pada mbak mas kelas XII



suasana pelepasan kelas XII
sedih? senang? haru? campur aduk semuanya

tahun lalu juga ada acara yang serupa
namun, aku merasa tak kehilangan apapun saat itu
yang aku tau bahwa saat itu aku harus bersalaman dengan mbak mas dan segera kembali ke kelas

tapi tahun ini?
sungguh bohong jika aku berkata aku tidak ingin menangis
melewati barisan panjang kelas XII
bertemu satu per satu mbak mas yang telah menoreh ingatan di pikiranku
dan mengingat mungkin ini adalah saat terakhir mereka masuk sekolah
barisan yang panjang itu serasa pendek,sangat pendek
aku merasa (akan) kehilangan
kehilangan apa? mereka tentunya

kehilangan mereka yang dulu mengajari angkatanku banyak hal
sudah lama kau tak merasa sakit seperti ini
sakit seperti udara tertahan sangat keras di tenggorokanku

sedih memang, tapi apa mau dikata? hidup harus terus berjalan bukan?
koridor itu telah menanti penghuni baru
dan jejak jejak mereka akan selalu membekas

aku akan merindukan kalian mbak mas, mungkin bukan hanya aku, aku menyayangi kalian mbak mas, berjuanglah dan semoga kita bertemu sebagai seperti apa yang kita cita citakan saat ini

Comments

Popular Posts