Pages

Saturday, June 23, 2012

Mati

"Kami pun pergi dan mendatangi seseorang yang sedang berbaring telentang. Tiba-tiba ada orang lain berdiri di atasnya membawa besi yang ujungnya bengkok dan mendatangi salah satu sisi wajah orang yang telentang itu dan membelah mulut, hidung dan matanya hingga ke tengkuk. Lalu ia pindah ke sisi wajah yang lainnya dan memperlakukan seperti itu juga. Belum selesai sebelah wajahnya dibelah hingga sebelah wajah yang satunya kembali pulih seperti sedia kala. "
 Dari Khalid bin 'Umair berkata, "Utbah bin Ghazwan Radhiyallahu 'Anhu berkata kepada kami, "Sesungguhnya telah diceritakan kepada kami bahwa ada sebingkah batu yang dilemparkan dari bibir Jahannam, maka ia jayuh kedalamnya selama tujuh puluh tahun akan tetapi ia belum mencapai ke dasarnya. Demi Allah, Jahannam itu akan penuh berisi, apakah kalian heran?" - H.R Muslim : 2967
sumber : Buku "Ada Apa Setelah Mati?"
 

Juni

aku mencintai bulan juni, entah sejak kapan
apa kau ingat 3 tahun yang lalu?

24 Juni 2009

Perpisahan Kelas delapan C






saat terakhir bersama mereka,sebelum kelas sembilan

dan setiap orang mendapat medali penghargaan gelarnya masing masing



2 tahun lalu...
5 Juni 2010


Pelepasan Kelas XI, Rumah Makan Taman Sari Indah

1 tahun yang lalu..
saat saat penuh perjuangan untuk menyambut mereka
sayang sekali saya tidak punya fotonya

dan juni tahun ini
juga persiapan menyambut adik adikku yang baru
entahlah mungkin tahun depan aku akan merindukan saat saat ini
seperti aku rindu juni juni sebelumnya

Friday, June 15, 2012

--"

ini ceritanya ada tamu dari SKI SMA 1 Pasuruan
bikin kayak modulnya SSKI V


ngakak*

berubah (?)

bagaimana rasanya?
mungkin itu yang sering aku tanyakan
yaopo yo rasane?

habis stalking stalking FB orang,akhirnya aku menemukan ide mau nulis apa

berubah?
mungkin

dulu ingat sekali. 12 Juni 2010 saat aku mengikuti TO RSBI di smala
aku merasa atmosphere yang beda. Berbeda
berlanjut pada 28 Juni 2010 ketika aku melihat namaku ada pada kolom siswa yang diterima
luar biasa rasanya..
berlanjut dengan PERISAI 2010 ynag berhasil membuatku mengerti tentang cinta alamamater
namun..

ketika aku duduk di bangku X-9
aku kembali menjadi 'aku'
gak peduli mau smala hancur, bobrok.prestasi turun,atau bocah bocahe gak nggenah
sekolah langsung cabut pulang
dan ketika aku melihat banyak temanku yang memulai karirnya untuk ikut kepanitian ini itu
aku hanya berkata "gak wedi nilai ajur a?"
Study oriented? memang

tapi
mungkin jika saat itu aku tidak berhasil terhasut mbak mifta untuk daftar PERISAI
apa jadinya?

entahlah
aku ingat sekali aku menuliskan namaku di daftar paling atas anak kelasku yang mendaftar
sie PK KW
hah? arek SO ngene kape dadi PK? dadi opo adik adike?

dan dari sanalah
ketika entahlah mengapa aku yang ditugasi mengkoordinir calon calon PK yang membuatku gagal memundurkan diri dari kepanitian ini
aku belajar banyak hal
dan membuatku menangisi banyak hal

berapa banyak orang yang menolakmu menjadi PK karena kamu SO? tapi lalu mbak obay bilang "kalu kamu tetap mendengarkan kata orang tentang seseorang,kamu gak akan tahu kebaikan dari orang itu" - Mbak Mifta Ulul Azmi

masih teringat jelas saat aku menangis karena push up
bukan karena aku lelah, tetapi karena adik adikku sudah ada di depan mata dan aku masih seperti itu
satu bagian kecil yang membuatku berubah cara pikir
saat aku harus khawatir dengan adik adikku yang mengerjakan tugas
bukan karena aku takut,tapi karena aku tidak ingin mereka salah presepsi dan membenci almamaternya sendiri

Pembelajaran yang paling terasa memang saat aku jadi PK - Mbak Meutia Mega
walau mungkin, parameter yang dulu dibuat tidak sepenuhnya berhasil
entahlah, aku hanya ingin berterimakasih pada siapapun yang telah mengajakku untuk berubah
untuk peduli
untuk mencintai alamamaterku

saat bagiku

hasil stalking nemu ini...


tiba-tiba teringat..

saat penutupan PERISAI 2008..
aku menangis..

sungguh, bukan karena aku membenci mbak-masku, bukan pula karena aku marah, ataupun menyimpan dendam..
tapi, perasaan aneh itu tiba-tiba muncul  ketika aku mendengar mereka berkata :

"titip smala ya dek.."

..
entahlah..
rasanya sangat.... berat..
aku tak kuasa menahan air mataku kala itu
karena aku, anak yang dulu sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjadi siswa sekolah ini, merasa tidak sanggup mendengar apa yang mereka katakan..

bagaimana bisa kalian percaya pada kami mbak-mas? kenapa kalian yakin untuk menitipkan smala pada kami?

itulah yang ada di benakku saat itu.. pertanyaan demi pertanyaanpun muncul secara bergantian di kepalaku..
aku masih.. heran..
kenapa mereka bisa percaya pada orang asing seperti kami dengan begitu cepat?

..

tapi, ternyata tak butuh waktu lama untuk mengetahui jawabannya.. :)
setiap proses yang aku lalui di sekolah ini, sudah cukup untuk menjawabnya..
hal yang pada awalnya membuatku heran, tak kusangka, setahun dan dua tahun kemudian, giliranku yang mengatakannya pada mereka..
generasi penerusku, yang sangat kuharapkan dapat meneruskan perjuanganku dan teman-temanku serta seluruh orang yang mencintai sekolah ini.. :)
perjuangan yang berat..
kamipun tak pernah menjanjikan sebuah jalan yang tanpa liku dan badai pada mereka..
tidak pernah kami katakan pada mereka bahwa ini mudah..
justru kami menyadarkan mereka bahwa ini adalah sebuah jalan yang berat, curam, penuh rintangan..
ya.. memang seperti itulah kenyataannya..
tapi, satu hal yang kami tanamkan pada mereka adalah bahwa mereka pasti akan dapat menemui mimpi-mimpi mereka di ujung lorong panjang yang gelap ini nanti.. itu pasti.. asalkan mereka tetap memegang prinsip-prinsip itu, maka cahaya keberhasilan bukanlah sebuah mimpi belaka.. :)

..

SMA Negeri 5 Surabaya
untuk adik-adikku, terus berjuang ya.. setelah ini, mungkin kami takkan bisa berada di dekat kalian lagi..
namun semangat itu tidak boleh hilang.. langkah itu jangan sampai terhenti.. yakinlah pada mimpi-mimpi kalian dan berusahalah mewujudkannya.. agar ia tak menjadi sebuah angan-angan belaka..

titip smala ya dek.. :)
oleh Mbak Lisana Rachmawati


dan ternyata aku sadar aku mengalami hal yang serupa. adalah waktuku untuk mengatakan pada adik adik penerusku. entahlah, semakin lama di smala semakin banyak tahu tentang hal yang dulunya tidak boleh tahu
SMALA dulu kini dan nanti
aku berharap tetap ditangan orang orang yang tepat

Saturday, June 9, 2012

Adzan

inilah yang lucu dan sulit dipahami
saat ini
ketika panggilan untuk shalat sangat mudah untuk kita temukan
lantas mengapa, ketika lafal adzan itu berkumandang
tidak sedikit dari kita yang tak bergegas shalat,malah berkomentar "kok sudah adzan?"

taukah teman?
dahulu ketika belum adzan
orang ingin melakukan shalat,mereka hanya mengira ngira waktu shalat
bukankah kalau hal itu terjadi saat ini akan merepotkan kita?
tapi orang dahulu konsisten untuk melaksanakan ibadahnya dengan baik dengan tepat waktu

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, “Amal apa yang paling dicintai Allah Azza Wajalla?,
beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”.
Aku bertanya, kemudian apa lagi?,
beliau menjawab, “Berbuat baik terhadap kedua orangtua”.
Aku bertanya, kemudian apa lagi?,
beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah”.
Ia berkata, Demikian Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengabarkannya kepadaku, seandainya aku meminta tambahan, niscaya beliau menambahkannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

bayangkan bagaimana susahnya bagi mereka untuk melaksanakan shalat tepat waktu padahal mereka hanya mengira ngira

dan coba renungi suara adzan

panggilan shalat
Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad S.A.W  mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu shalatdam mengajak orang ramai agar berkumpul kemasjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani.ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu dengan assalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). (KYP3095) Lantas, ada usul dari Umar bin Khatab jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi Muhammad S.A.W juga menyetujuinya.


Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid berkata sebagai berikut: "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk salat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!" Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
  • Hayya 'alash sholah (2 kali)
  • Hayya 'alal falah (2 kali)
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • La ilaha illallah
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Nabi Muhammad.SAW, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.

Allah telah mempermudah jalanmu untuk beribadah kepadanya, lantas mengapa tidak kita pergunakan?

semoga bermanfaat