Adzan

inilah yang lucu dan sulit dipahami
saat ini
ketika panggilan untuk shalat sangat mudah untuk kita temukan
lantas mengapa, ketika lafal adzan itu berkumandang
tidak sedikit dari kita yang tak bergegas shalat,malah berkomentar "kok sudah adzan?"

taukah teman?
dahulu ketika belum adzan
orang ingin melakukan shalat,mereka hanya mengira ngira waktu shalat
bukankah kalau hal itu terjadi saat ini akan merepotkan kita?
tapi orang dahulu konsisten untuk melaksanakan ibadahnya dengan baik dengan tepat waktu

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, “Amal apa yang paling dicintai Allah Azza Wajalla?,
beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”.
Aku bertanya, kemudian apa lagi?,
beliau menjawab, “Berbuat baik terhadap kedua orangtua”.
Aku bertanya, kemudian apa lagi?,
beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah”.
Ia berkata, Demikian Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengabarkannya kepadaku, seandainya aku meminta tambahan, niscaya beliau menambahkannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

bayangkan bagaimana susahnya bagi mereka untuk melaksanakan shalat tepat waktu padahal mereka hanya mengira ngira

dan coba renungi suara adzan

panggilan shalat
Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad S.A.W  mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu shalatdam mengajak orang ramai agar berkumpul kemasjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani.ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu dengan assalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). (KYP3095) Lantas, ada usul dari Umar bin Khatab jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi Muhammad S.A.W juga menyetujuinya.


Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid berkata sebagai berikut: "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk salat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!" Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
  • Hayya 'alash sholah (2 kali)
  • Hayya 'alal falah (2 kali)
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • La ilaha illallah
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Nabi Muhammad.SAW, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.

Allah telah mempermudah jalanmu untuk beribadah kepadanya, lantas mengapa tidak kita pergunakan?

semoga bermanfaat

Comments

Popular Posts