Skip to main content

saat bagiku

hasil stalking nemu ini...


tiba-tiba teringat..

saat penutupan PERISAI 2008..
aku menangis..

sungguh, bukan karena aku membenci mbak-masku, bukan pula karena aku marah, ataupun menyimpan dendam..
tapi, perasaan aneh itu tiba-tiba muncul  ketika aku mendengar mereka berkata :

"titip smala ya dek.."

..
entahlah..
rasanya sangat.... berat..
aku tak kuasa menahan air mataku kala itu
karena aku, anak yang dulu sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjadi siswa sekolah ini, merasa tidak sanggup mendengar apa yang mereka katakan..

bagaimana bisa kalian percaya pada kami mbak-mas? kenapa kalian yakin untuk menitipkan smala pada kami?

itulah yang ada di benakku saat itu.. pertanyaan demi pertanyaanpun muncul secara bergantian di kepalaku..
aku masih.. heran..
kenapa mereka bisa percaya pada orang asing seperti kami dengan begitu cepat?

..

tapi, ternyata tak butuh waktu lama untuk mengetahui jawabannya.. :)
setiap proses yang aku lalui di sekolah ini, sudah cukup untuk menjawabnya..
hal yang pada awalnya membuatku heran, tak kusangka, setahun dan dua tahun kemudian, giliranku yang mengatakannya pada mereka..
generasi penerusku, yang sangat kuharapkan dapat meneruskan perjuanganku dan teman-temanku serta seluruh orang yang mencintai sekolah ini.. :)
perjuangan yang berat..
kamipun tak pernah menjanjikan sebuah jalan yang tanpa liku dan badai pada mereka..
tidak pernah kami katakan pada mereka bahwa ini mudah..
justru kami menyadarkan mereka bahwa ini adalah sebuah jalan yang berat, curam, penuh rintangan..
ya.. memang seperti itulah kenyataannya..
tapi, satu hal yang kami tanamkan pada mereka adalah bahwa mereka pasti akan dapat menemui mimpi-mimpi mereka di ujung lorong panjang yang gelap ini nanti.. itu pasti.. asalkan mereka tetap memegang prinsip-prinsip itu, maka cahaya keberhasilan bukanlah sebuah mimpi belaka.. :)

..

SMA Negeri 5 Surabaya
untuk adik-adikku, terus berjuang ya.. setelah ini, mungkin kami takkan bisa berada di dekat kalian lagi..
namun semangat itu tidak boleh hilang.. langkah itu jangan sampai terhenti.. yakinlah pada mimpi-mimpi kalian dan berusahalah mewujudkannya.. agar ia tak menjadi sebuah angan-angan belaka..

titip smala ya dek.. :)
oleh Mbak Lisana Rachmawati


dan ternyata aku sadar aku mengalami hal yang serupa. adalah waktuku untuk mengatakan pada adik adik penerusku. entahlah, semakin lama di smala semakin banyak tahu tentang hal yang dulunya tidak boleh tahu
SMALA dulu kini dan nanti
aku berharap tetap ditangan orang orang yang tepat

Comments

  1. Assalamualaikum.... Salam kenal ya Rahma. Nice posting meski nulisnya udah lama banget. Intinya kita ada kesamaan. Sama2 suka nulis blog daaan, sama-sama kenal mbak Lisana yang rada cerewet hahahaha :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

Telepon Hari Ini

"Dek, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dalam kebaikan, raih apa yang ingin kamu raih, selesaikan apa yang ingin kamu selesaikan, pelajari semua yang adik ingin pelajari, karena setelah menikah, kamu akan terikat, waktumu tidak akan banyak untuk dirimu lagi. Dan adik harus ingat, jangan takut menikah, tidak semua pernikahan akan berakhir seperti ibuk."

What I have to say?

Something like, I do believe that setiap orang tua ga ingin lihat anaknya sedih. Ga mungkin juga orang tua menghalang-halangi kebahagian anaknya. Mereka hanya ingin menjaga dan memastikan kita ada dalam tempat dan kondisi yang semestinya.

Apalagi seorang ibu.

Tidak mungkin seorang ibu akan mudah melepas anak perempuannya begitu saja. Naluri dan perasaan ibu itu kuat. Maka, aku akan lebih memilih apa kata ibuku daripada perasaanku sendiri.