Skip to main content

banyak jalan untuk bersyukur: termasuk bertemu mereka




2 Juli 2012
pagi hari,aku berlari mengejar mimpi
berusaha mewujudkan satu hal yang aku ingin lakukan dalam liburan kali ini
memacu sepedaku menuju tempat bersejarah di surabaya
walau aku tau tempatnya sangat jauh
tapi tak apa
harus aku lakukan

sampai di pinggir jalan gunung sari
aku bertemu dengan beliau ini

bapak yang tidak ku tanyai namanya, penyapu jalan

 beliau yang aku lupa bertanya namanya
sepertinya memang penglihatannya terganggu
dan setelah berbincang bincang degannya aku melanjtnkan perjalanan


kali ini aku sampai di tempat yang dulu ayahku sering menagajkku kemari,dulu..

museum surabaya,depan Kebun Biantang Surabaya

sebenarnya tempat ini bagus dan penuh dengan sejarah
sayang telah dipindah ke kota lain

lalu akumelihat ada seorang penjual makanan sedang membaca kumpulan do'a


dan membuatku tertarik bertannya tanya
beliau memiliki seorang putri berusia 4 tahun dan akan segera masuk TK

selanjutnya di sepanjang jalan darmo aku terhenti karena melihat bocah ini

Faranda, 9 tahun

bocah yang cita citanya ingin jadi pemain bola
dan harus berada di tempat ini dari pukul 6 pagi hingga 12 siang tiap harinya
dan jumlah koran yang berhasil ia jual adalah sekitar satu hingga dua koran
Subhanallah,saya suka semangat anak ini
dan ia masih tetap sekolah setelah berjualan koran

lanjut..saya menyusuri kota pahlawan ini
dan tiba di sebelahnya jalan rahawali
sumpah uadoooh pol soko omahku

dan bertemu bapak yang rumahnya di medokan ayu ini


bapak ini berjalan dari rumahnya menuju jalan rajawali dan sekitarnya untuk mengais sampah
setiap harinya ia berangkat jam lima pagi dan pulang jam dua siang

lalu aku mencari jalan kalisosok
dan sampai di tempat ini

House Of Sampoerna

 selanjutnya aku beranjak pulang
dan memikirkan betapa aku beruntung menjadi diriku saat ini
bisa menghirup udara segar di pagi hari
bersekolah dan belajar
dan menyapa banyak orang tiap harinya
Alhamdulillah

cobalah sekalikali berbincang dengan orang orang seperti mereka
maka kau akan tahu berapa beruntungnya dirimu :)


Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Jogjakarta

Alhamdulillah sedah pulang..
habis dari Jogjakarta
kemana aja?

ceritanya habis konser Sheila On 7 yang pulang malam malam dan membuat aku dimarahin mas
besoknya ambil rapot langsung tancap gas ke jogja
sampai jogja jam 4 pagi dan shalat subuh distasiun tugu
tapi bukan berarti naik kereta ini, karena di Jogja ga ada saudara,jadi bakal ribet kalau mau kemana mana,makanya kami naik mobil.

selepas stasiun yang uapik dan bersih banget, langsung meluncur ke UGM
liat masjid,makan,belanja
terus menuju ke Keraton Jogjakarta samapi mules
akhirnya kesampaian juga ke Borobudur yabg ruamee
terakhir sampai di Malioboro selepas Isya'

Jogja keren banget :DD
Subhanallah
mesti gini ya kalau habis keluar surabaya
sadar kalau di Indonesia buanyak banget tempat yang bagus dan keren
jadi kenapa harus keluar negeri kalau di negeri sendiri keajaibannya luar biasa?