Pages

Tuesday, August 14, 2012

re-post:merah

efek buka buka facebook yang telah lama ku tinggalkan
aku menemukan apa yang aku tulis 3 tahun yang lalu :')



sekitar 2 tahun yang lalu, ingatkah kawan ?
saat kita masih menjadi HIJAU
saat kita mulai memasuki lingkungan baru
saat kita harus beradaptasi ( entah morfologi , fisiologi, atau tingkah laku ) hahahaha
saat kita belum menyatu , egois , dan individual
saat kita hanya mau mengenal dalam satu kelas saja
saat sabuk masih digunakan diperut
saat kaos kaki masih digunakan selutut ( lebai )
saat kita MASIH patuh pada aturan aturan sekolah
saat kita sungkan dengan kakak kelas
saat kita kehujanan karena pulang sore
dan saat saat lain yang tidak terungkap karena terlalu banyak


kemudian kita beranjak menjadi BIRU
ketika kita mulai tidak patuh pada aturan
ketika kaos kaki digunakan dengan dilipat
ketika kita mulai mau mengenal antar kelas
ketika kita berbuat berbagai keANARKISAN
ketika kita masih berfikir masa bodoh tentang UNAS
ketika berbagai permasalahan menghampiri
ketika kita berbagi tawa ceria dan canda
ketika kita harus mempelajari pelajaran MAD THOBI'I, MAD ARILDH LISSUKUN ,dsb yang susah
ketika kita melakukan aktivitas aktivitas yang GJ
ketika kita tidak mau dipisahkan di kelas 9 nantinya
dan ketika ketika lain yang memang penuh dengan kenangan

sadarkah bahwa kita kini telah menjadi MERAH ?
kita tidak sebebas dulu lagi
kita tidak bisa seANARKIS dulu lagi
kita tidak boleh berfikir masa bodoh tentang UNAS
kita harus mulai memberi contoh yang baik pada adik kelas kita

kita mempunyai TUGAS yang berat
untuk membawa nama baik kita, keluarga dan tentu saja sekolah
pernahkah terfikir bahwa 3 tahun SANGATlah cepat ?
(tahun depan sudah diusir dari spensix)
andaikan boleh, aku ingin sekali mengulang masa masa kita

hai kawan, waktunya tinggal hitungan hari
mari kita buktikan !
bahwa apa apa saja yang telah kita pelajari selama ini tidak akan sia sia
bahwa kita mampu mendapat nilai yang baik
bahwa kita mampu mengangkat nama baik kita, keluarga, dan sekolah
kita mungkin telah tidak sebebas HIJAU dan BIRU lagi
namun, inilah saat saat kita harus membuktikan bahwa kita serius ingin mendapatkan SMAN yang kita inginkan

semangat kawan , jangan lupa belajar dan berdoa
terntaya sudah mau lulus lagi
wuahahahahahaha :)
semangkaa


Malik bin Dinar

"Ya Allah Ampunilah Dosa-Dosaku" Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah. Aku sangat mencintai Fathimah.
Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.

Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: "Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya." Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.

Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat. Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan. Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: "Mari menghadap al-Jabbar!"

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: "Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!" Dia menjawab: "Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!"

Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: "Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?" Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: "Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku." Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: "Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!"

Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: "Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!"

Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.

Dia berkata kepadaku: "Wahai ayah, "belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah."
Maka kukatakan: "Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu."
Dia berkata: "Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu."

Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: "Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah." Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dia Rohimahullah berkata: Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah."

Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi'in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: "Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka."

Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: "Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari.
Dia berfirman kepadamu: "Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil."

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Sunday, August 5, 2012

kerja...kerja...

lagi lagi tentang mas saya,Fakhry
teringat lima tahun yang lalu ketika aku bertanya padanya kemana ia akan melanjutkan sekolah selepas SMA
saat itu aku duduk di kelas 7 SMP dan dia XI SMA
lalu ia pun berkata ,
"aku adalah anak pertama,yang berarti aku akan bertanggung jawab juga "
"terus?"
"aku mau kuliah di kedokteran Unair, biar bisa sukses,bisa bantu ibuk buat kamu kuliah"
"kalau gak bisa?"
"yowes,kamu tak suruh marit(motongin rumput di sawah),iku lho sawah jek akeh"

hanya itu?
tidak! kenyataan berkata lain
ia gagal masuk kedokteran Unair,dan saat itu aku tau betul hal tersebut membuatnya kecewa
namun..kenyataannya

BULAN OKTOBER DEPAN DIA BAKAL LULUS

memang bukan menjadi dokter, bukan pula lulus dari almamter pertamanya yang ia tinggalkan,ITS
tapi menurutku lebih dari itu, STAN,dan ia akan mendapat kerja..

aku hanya berpikir, masku lho jek cilik,jek seneng digimon,PS,dragonball,tapi kok yo wes kape kerjo
lalu bagaimana denganku?

masih bersikukuh ingin ke ITB? atau mewujudkan keinginan ibuku dan impian masku yang tertunda?
entahlah...
aku berharap dimanapun itu, entah jalanku menjadi dosen atau dokter atau mungkin yang  lain,aku yakin Allah bersamaku. seperti Allah menunda keinginan masku dengan memberinya hal yang lebih baik

btw,aku sempet mikir,misal e aku dadi anak pertama, paling aku gak sekeren masku,paling aku nangisan dan embuh kape lapo