kerja...kerja...

lagi lagi tentang mas saya,Fakhry
teringat lima tahun yang lalu ketika aku bertanya padanya kemana ia akan melanjutkan sekolah selepas SMA
saat itu aku duduk di kelas 7 SMP dan dia XI SMA
lalu ia pun berkata ,
"aku adalah anak pertama,yang berarti aku akan bertanggung jawab juga "
"terus?"
"aku mau kuliah di kedokteran Unair, biar bisa sukses,bisa bantu ibuk buat kamu kuliah"
"kalau gak bisa?"
"yowes,kamu tak suruh marit(motongin rumput di sawah),iku lho sawah jek akeh"

hanya itu?
tidak! kenyataan berkata lain
ia gagal masuk kedokteran Unair,dan saat itu aku tau betul hal tersebut membuatnya kecewa
namun..kenyataannya

BULAN OKTOBER DEPAN DIA BAKAL LULUS

memang bukan menjadi dokter, bukan pula lulus dari almamter pertamanya yang ia tinggalkan,ITS
tapi menurutku lebih dari itu, STAN,dan ia akan mendapat kerja..

aku hanya berpikir, masku lho jek cilik,jek seneng digimon,PS,dragonball,tapi kok yo wes kape kerjo
lalu bagaimana denganku?

masih bersikukuh ingin ke ITB? atau mewujudkan keinginan ibuku dan impian masku yang tertunda?
entahlah...
aku berharap dimanapun itu, entah jalanku menjadi dosen atau dokter atau mungkin yang  lain,aku yakin Allah bersamaku. seperti Allah menunda keinginan masku dengan memberinya hal yang lebih baik

btw,aku sempet mikir,misal e aku dadi anak pertama, paling aku gak sekeren masku,paling aku nangisan dan embuh kape lapo



Comments

Popular Posts