Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

Danissa wocoen dan.. :)

Danissa...
tak terasa waktu berlalu..

ingtakah ketika itu?
awal pertemuan kita di PSHT smala
aku ingat sekali saat itu kamu dengan kerudung putih panjang dengan gaya tomboy
dan wajah wajah mereka yang masih semangat latihan..

dan ingatkah ketika kita bertemu di masjid?
saat kita sama sama semangat belajar Islam
saat kita datang ke pembukaan divisi BTQ..
dan saat yang membuat kita bergabung dalam divisi-divisi..

dan aku masih ingat isak tangismu itu..
ketika kita kehilangannya..
ketika kita datang bersama didepannya..

November 2010..
ketika datang tes sabuk
naik motor kesana kemari..
mempersiapkan tes..datang ke kajian..dan ditutup dengan smala cup
dan aku ingat betul..
desember 2010..
pekan remidi pertama kita..
di koridor kelas xi..
setelah kita terusir dari perpustakaan dan curhat curhatan disana

dan aku cukup sadar..
kenangan yang terlintas di pikiranku itu, menggerakkan tanganku untuk menulisnya disini..
entahlah..
aku ingin berterimakasih
atas setiap langkah kita bersama..
atas …

SUBHANALLAH WAJIB DIBACA

Umar ibn Al Khattab sedang duduk di bawah sebatang kurma. Serbannya dilepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai teripis di beberapa bahagian. Di atas kerikil dia duduk, dengan cemeti imaratnya tergeletak di samping tumpuan lengan. Di hadapannya para pemuka sahabat bertukar fikiran dan membahas berbagai persoalan.

Ada anak muda yang tampak menonjol di situ. Abdullah ibn ‘Abbas. Berulangkali Umar memintanya bicara. jika perbedaan wujud, Umar hampir selalu bersetuju dengan Ibnu abbas. Ada juga Salman Al-Farisi yang tekun menyimak. Ada juga Abu Zar Ghifari yang sesekali bicara berapi-api.
Pembicaraan mereka segera terjeda. Dua orang pemuda berwajah mirip datang dengan mengapit pria belia lain yang mereka cekal lengannya.
“Wahai Amirul Mukminin,” ujar salah seorang daripada mereka ” Tegakkanlah hukum Allah atas pembunuh ayah kami ini! ”
Umar bangkit. “Takutlah kalian kepada Allah!” ujar Umar. “Perkara apakah ini?”

Kedua pemuda itu menegaskan bahawa pria belia yang mereka bawa …

The road not taken

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I marked the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

-Robert Frost-
Jadi,mengapa harus takut memilih jalan ke surga yang tak banyak dipilih orang? :)