Skip to main content

pantaskah aku marah?

aku ingat sekali mbak hanif pernah berkata "salah satu bentuk kedhaliman adalah membiarkan saudaranya menunggu"

hari ini aku hanya ingin bertanya apakah aku pantas untuk marah?
aku sadar aku bukan seorang mantan mas'ulah yang baik. aku sadar aku banyak kekurangan,sampai sampai aku tidak punya muka untuk mengatakan hal ini langsung pada mereka

mengapa kalian baru menyesal dan meminta maaf ketika aku sudah marah?
dimana rasa bersalah kalian yang kemarin-kemarin?
dua setengah bulan yang lalu aku sudah senang karena kalian mau berubah,tapi apa yang aku dapati saat ini?

apa kalian tau bahwa dengan datang terlambat,itu membuang waktu-waktu berharga halaqah kita?
katanya mau lancar baca Al-Quran,tapi datang telat,siapa yang mau nyimak dan membenarkan?
ajak-ajak buat ngafalin Al-Quran,tapi datang telat,mana setoran hafalannya?
katanya mau tau sirah,ijin gak hadir aja nggak

aku bingung,
kalau alasan kalian adalah banyak tugas,apa kalian pikir aku dan yang lain santai-santai dan tidak ada tanggung jawab kuliah?
kalau alasan kalian adalah ketiduran,mengapa setiap minggu selalu ada yang ketiduran? apa kalian pikir aku dan yang lain selalu fit untuk menempuh jarak berkilo-kilo meter?
kalau memang waktu yang kalian permasalahkan,mengapa tidak kita ganti saja jadwalnya? agar tidak selalu ada yang terdholimi dan mendholimi

sebenarnya aku ingin bertanya,halaqah ini prioritas yang keberapa untuk kalian?
bukankah ada beberapa diantara kalian yang dengan mulus masuk ke tempat yang kalian inginkan dan apakah dengan cara seperti ini kalian bertemakasih pada Allah?

mengapa untuk urusan dunia kalian bisa datang tepat waktu?
mengapa ketika latihan LDK, Perisai ,ospek kalian bisa datang sebelum waktu yang ditetapkan?
bukankah dulu kalian sendiri jugalah yang mengatakan pada adik-adik kalian untuk disiplin? bukankah dulu kalian sendiri jugalah yang ramai-ramai mendidik adik-adik kalian untuk taat aturan? lalu mana pembuktian perkataan kalian itu?
sadarkah kalian? hal ini bukan lagi berhadapan dengan BPH atau senior yang membuat kita harus tepat waktu. kita ini berhadapan dengan Allah.

kalian benar. Aku bukan siapa-siapa. aku hanya anak ingusan kelahiran 96 yang tidak perlu untuk didengarkan. mungkin aku yang salah. karena dulu ketika masih menjadi tanggung jawabku,aku tidak benar-benar mengajak kalian untuk disiplin. terbukti setiap syura' selalu molor atau sedikit yang datang. Atau kalian yang dari dulu hingga saat ini terlalu bosan mendengar celotehanku untuk disiplin lalalalala,sehingga kalian capek dan memilih tidak disiplin.

sekali lagi aku ucapkan maaf karena aku bukan mantan mas'ulah yang baik. dan memang benar,kalianlah yang lebih pantas menilai apakah aku pantas untuk marah atau tidak
sekian.



Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…