Skip to main content
Bolehkah saya curhat?
Sudah lama tidak pulang ke rumah
sama seperti bianda, selepas kepindahanku kemari aku mulai membandingkan banyak hal.
aku tahu kedatanganku kemari memang bukan 100% keinginanku.
aku hanya kabur dari fakultas mipa yang menurtku saat itu sangat sulit untuk aku jalani.
aku kabur kemari untuk mwnghindar dari TV dan segala kenyamanan dirumah
aku datang kemari dengan harapan kuliahkumtidak akan sepadat di mipa yang banyak laporan.

tapi lambat laun, aku merindukan mereka...
aku rindu kampus lamaku
aku rindu kampus C
aku rindu pulang malam dengan motor kulkasku
aku rindu bikin laporan dan dikejar deadline
aku rindu diejek jadi yang muda di kelas

kadang memang aku menyesal,
melihat teman-temanku yang lain sudah semester 3 sedangkan aku harus mengulang dari awal.
kadang ketika aku tak paham akuntansi aku merasa lebih baik belajar kalkulus seperti dulu
kadang aku sangat rindu ke smala setiap hari jumat seperti ini, bertemu adik2ku dan memberi senyum ke mereka
kadang aku berpikir mungkin lebih baik di rumah, aku bisa lebih dekat dengan ibuk dan membantu ibuk
dan kadang pun aku masih bertanya mengapa dulu aku tidak boleh diterima di ITB?

tapi memang aku telah memilih
aku memilih ada di sini, kehidupan baruku
aku telah mengecewakan ibuk dengan tidak masuk FK, masa iya permintaan ibuk yang ini tidak aku iyakan

aku tahu ibuk hanya ingin yang terbaik untukku
ibuk ingin aku gak jadi pengangguran saat lulus
ibuk ingin lihat aku seperti mas
dan aku, atas segala hal yang dikorbankan ibuk selama ini, mana mungkin aku tega menolak

dan ternyata mungkin aku lupa bersyukur dan meminta maaf
maaf kepada Allah yang dulu selalu aku tanya mengaoa aku harus di unair?
Maaf kepada mereka yang menginginkan tiga bangku yang telah aku buang, UNAIR, UI, UGM
maaf kepada kimia 13 yang telah aku tinggalkan, yang sering aku sia-siakan kehadirannya
maaf kepada adik-adikku yang jadi tidak punya mentor birama
maaf kepada nurul, danissa, tiwi, nisa yang jadi berkurang personilnya

aku tahu ini adalah pelajarn hidup yang sangat baik
walau kadang aku bertanya mungkinkah aku menukar waktu untuk kembali
aku sudah menjeburkan diri dan aku harus sekalian basah
aku hanya berharap Allah selalu melindungi
melindungi diri dari rasa tamak, dari rasa tidak bersyukur, dari bisikan jin dan setan
amin

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…