Pages

Sunday, May 31, 2015

The last day - Monumen Proklamasi

Assalamu'alaikum
Hai hai, hari ini hari ahad, 13 sya'ban 1436 H, bisa puasa ayamul bidh nih
hari ini hari terakhir jalan-jalan di episode liburan kali ini
dan hari ini tujuan utamanya adalaaah...

Monumen Proklamasi.



Monumen Proklamasi
di tempat inilah, kurang lebih 70 tahun yg lalu dibacakan naskah proklamasi, kini tempat ini berada di jalan Proklamasi, dulunya ia di jalan Pegangsaan Timur no.56 Jakarta.

weh, hari ini bener bener bolang deh...
ongkos pulang pergi cuma 10.500 rupiah
Untuk mencapai tempat ini,turun aja di stasiun cikini dan jalan lurus ke arah jalan proklamasi.

dan hal lucu yg aku dan anggita alami hari ini adalah...
ketika sampai, aku baru tahu kalau tempat ini cuma monumen gak ada museumnya, kecewa :"
Karena lapar kami makan ditaman dulu, dan gak taunya ada reporter dari salah satu stasiun televisi terkenal yang sedang cari 'mangsa' untuk ditanyai tentang hari kelahiran Pancasila.

Taman di Monumen Proklamasi


yep. Aku baru sadar, ini tanggal 31 Mei dan besok adalah hari lahirnya pancasila. Karena takut ditanyai dan takut gak bisa jawab apalagi kalau si reporternya tahu kami dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, yang harusnya tahu seluk beluk negara ini, wah bisa parah.

akhirnya kami cepat-cepat buka tab dan baca sejarah perumusan Pancasila.

"kita disini mau liburan lho, kenapa malah belajar..." kata anggita, haha

kabar baiknya, si reporter cepet pulang dan gak menemukan kami.

Tempat ini biasa digunakan untuk upacara bendera peringatan HUT Republik Indonesia. Bagus untuk jalan-jalan ataupun olahraga. Dan anyway, masuknya gratis.

Bagus buat foto-foto

Replika Naskah Proklamasi
Mushola Proklamasi

Monumen ini diresmikan di zaman Soeharto

Dan disinilah, tempat pasti pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945

Kami keliling cukup satu jam dan melanjutkan perjalanan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Kami diberi tahu satpam setempat tentang keberadaan Museum tersebut. Dari Monumen ini, jaraknya 2 km. Bisa jalan kaki, atau naik kopaja 213 bayar 4 ribu.

sesampainya di sana...

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl. Imam Bonjol no.1 Jakarta
museum yang biasanya buka ini, ditutup.
karena besok adalah hari kelahiran Pancasila, otomatis museum ini sedang dipersiapkan.
hmm...rasanya ya udah melalui lautan dan samudra tapi ternyata ditutup.

museum itu dulunya adalah rumah Laksamana Tadashi Maeda, ingat kan? Bapak itu sering disebutkan di buku sejarah :)
Sampai saat ini, jalan tempat bangunan itu berdiri tidak berubah.
ada apa aja sih di museum ini? Menurut sumber terpercaya, ada ruangan ruangan beserta patung pahlawan ketika merumuakan naskah proklamasi.

Kabar baiknya, di depan museum itu ada taman yang indah :D
Sebelum taman itu ada susunan rumput yang bagus

Berasa di eropa :'

Pangeran Diponegoro
disitu ada patung pangeran diponegoro dengan kudanya. Agak gak jelas sih emang, tapi bagus banget kok susunan rumputnya.

Lalu kami ke taman, dan taman itu bernama taman suropati, knama pahlawan bukan sih? Hehe

menurut catatan yang ada disana, taman itu adalah taman kota yang terbaik. Emang sih, kalau di surabaya kayak taman bungkul gitu deh, bersih dan rindang. Ketika kami sampai, masih banyak masyarakat yang beraktivitas disana, seperti ada yang mentoring :"
ada yang main kucing, ada yang sekedar duduk-duduk, dll.
Bersih
Rumah burung
Merpati

Salah satu sudut taman
yah karena kami sudah lelah dan sudah saatnya shalat dhuhur, kami memutuskan pulang. Karena kopajanya penuh terus, akhirnya kami jalan 2 km menuju stasiun cikini. Habis gini nimbang deh ya, jalan banyak banget hari ini :"

Mungkin bagi pembaca akan mudah menuju tempat-tempat tadi, tetapi sesungguhnya nggak. Dan aku sama anggita udah komitmen untuk gak mengeluh sesulit apapun tempat tujuan kami.
Aku jadi ingat ada sebuah quote, "banyak orang menyesali hal-hal yang tidak mereka lakukan 20 tahun lalu"

Kalau dibilang takut, sebenernya takut ya, soalnya ini Jakarta dan banyak tempat yg masih asing buat kami. dan Alhamdulillah Allah melindungi kami.Kalau dibilang bokek,aku lagi bokek sih,gimana ngaak, ini akhir bulan -_-" tapi aku bertekad untuk gak mengeluarkan uang terlalu banyak. Kalau dibilang mager, sebenenya aku juga mager, enak tidur di kos aja, tapi pasti kalau aku seperti itu, 20 tahun mendatang aku akan menyesal dan bertanya "kenapa aku gak melakukan hal tersebut dulu?"

dan bagiku sendiri, ini adalah latihan, kalau-kalau aku berkesempatan untuk mbolang ke turki, Amiiiiin.... aku bisa mengunjungi tempat-tempat sejarah Islam di sana tanpa rasa takut.

Once again, bagiku sejarah itu bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk dikunjungi, akan berbeda rasanya ketika membaca dan mengunjungi. Kabar bagusnya, di Jakarta ini banyak banget museum atau monumen tentang sejarah Indonesia.

oh iya, ini tanggal 31 Mei, HAPPY BIRTHDAY MY BELOVED CITY, SURABAYA!!!!
kotaku yang bersih, kota yang menjadi saksi aku dilahirkan dan dibesarkan... semoga makin kece dan maju terus.
AKU AREK SUROBOYO :D #Surabaya722

oke sampai sini dulu, may be next time kita cerita cerita lagi di tempat yang lebih seru dan di kesempatan yang berbeda.
happy weekend every one!!!
May Allah always protect us :"







Friday, May 22, 2015

Apa enaknya hidup di ibukota

Hal yang membuatku lebih suka menulis di blog daripada di media sosial lain adalah... aku bisa lebih jujur disini.

terkadang menulis di media sosial lain membuatku 'sedikit' membuat buat karena ada banyak pasang mata yang melihat tulisanku

Disini, sepi.

dan itu membuatk merasa nyaman.

tapi sesungguhnya bukan itu yang ingin aku tuliskan kali ini.

as I've said before, I want to be professional writer
dan aku harus memulainya dengan tulisan-tulisan ringan seperti ini.

aku hanya ingin mengisi tulisan ini dengan menceritakan
'Apa enaknya tinggal di ibukota?'

sebenernya bukan ibukota juga sih, karena domisiliku sekarang adalah tangerang selatan.

Kota ini, dan pasti jakarta juga, sangat padat.
Kendaraan lalu lalang tiada henti. Kemacetan yang tak terelakkan. Suara bel motor yang saling bersautan.

Tapi dibalik itu semua...
1. Banyak tempat yang dulu hanya aku saksikan di TV dan telah aku kunjungi

Taman buah Mekarsari, Bogor

Monas

Kebun Raya Bogor

Taman Mini Indonesia Indah


Museum wayang, Kota Tua, Jakarta Kota

Museum Bank Mandiri

Masjid Istiqlal

2. Kemanapun dan hampir kapanpun ada alat transportasi yang tersedia yang bernama KRL.
Murah banget naik KRL. Gak perlu khawatir desak desakkan sama laki-laki karena ada gerbong khusus wanita


3. Gimana gimana, untuk acara kampus,ngundang orang terkenal tuh gampang banget.
selama hampir dua semester disini, udah pernah ketemu

Helmi Yahya

Ahmad Fuadi

Felix siaw
Yusuf Mansyur
Asma Nadia
Meyda Safira

4. Ongkos kirim jilbab lebih murah dan lebih cepet sampai :3

5. Dan yang paling penting nih, kajian salaf disini buanyaaaaaak bangeeeet
di tiap daerah ada, di jakarta, bekasi, bogor, depok, tangerang
kesempatan untuk belajar agama terbuka lebar
sayang aja, aku masih belum boleh keluar jauh jauh, takut dibegal hehe

Tuesday, May 19, 2015

*jleb*

ada kajian yang cukup menarik hari senin lalu di masjid An Nuur PJMI

ustadznya adalah seseorang yang senang berkelana
suatu saat ketika beliau datang ke jepang dan menemui seorang mualaf jepang,
si mualaf jepang ini mengajak rombongan ustadz bukan ke masjid dulu tetapi ke kuburan
si mualaf ini menunjukkan kuburan bapak, ibu dan nenek moyangnya
lalu ustadz pun bertanya mengapa di ajak ke kuburan dan ditunjukkan kuburan pendahulunya

si mualaf pun menjawab, "ini adalah kuburan ibu, bapak dan nenek moyang saya, mereka meninggal dalam keadaan bukan sebagai muslim, mereka akan ada di neraka. kami orang jepang punya teknologi dan alat alat canggih yang kami kirim ke Indonesia, tapi kenapa Indonesia yang punya kalimat 'Laa Ilaaha Ilallah' tidak sampai ke jepang dan ke bapak ibu saya?"

jleb.

agama ini bukan hanya untuk kita di Indonesia
tapi untuk semesta alam
ada 7 miliar manusia di dunia ini, muslim hanya 1,5 miliar
tanggung jawab kita masih banyak
Bahkan Rasulullah pun menangis ketika ada satu yahudi yang meninggal karena beliau belum datang ke yahudi tersebut
tentu kita tak mau selamat sendiri kan?
bukannya masuk surga rame rame lebih enak daripada sendirian?

Saturday, May 16, 2015

Istiqlal

Ketika mendaratkan kaki, takjub adalah hal yang aku rasakan
Masjid yang selama ini hanya bisa aku saksikan di televisi

Masjid Istiqlal

kata seorang teman ketika sampai di istiqlal,
"Allah memang Maha Besar"

masjid istiqlal ini memang berebeda
masjid ini begitu besar dan indah
Kebesaran Allah sangat terasa disana



mengingat kembali

27 Rajab 1436 H

Hari demi hari kita lalui
detik demi detik kita lewati
satu per satu hamba Allah telah kembali kehadapan-Nya

kematian adalah hal yang pasti
kematian tidak melihat usia, ia akan datang tepat pada waktunya

tulisan ini, suatu saat akan menjadi kenangan saja
dunia ini tak akan menjadi berharga ketika kita kembali pada-Nya

teringat seorang ustadz di tangsel yang meninggal dalam usia 38 tahun
beliau adalah seseorang yang hafal Al-Quran ketika berusia 15 tahun
begitu muda beliau kembali,
begitu indah prestasi beliau

lantas, bagaimana dengan kita?
setiap harinya kita mendengar pengumuman meninggalnya fulan bin fulan
dan suatu saat nama kitalah yang akan diumumkan demikian

dunia ini adalah kesenangan yang menipu
maka baiklah kita untuk memohon kepada-Nya dijauhkan dari cinta dunia yang berlebihan


Monday, May 11, 2015

semangat

Apa pantas bagimu untuk santai?
Sementara ada saudara-saudara muslimmu yg lain yg sedang kesakitan

apa pantas bagimu untuk mengeluh?
sementara dibelahan bumi lain ada saudara muslimmu yg terpinggirkan

disini, di indonesia, aku bisa menikmati mudahnya menjadi seorang muslim
sementara di negeri barat, banyak saudara muslimku yg mengalami tindakan diskriminatif
di timur tengah, banyak saudara muslimku yg walau hidup susah dalam ketidakdamaian, tapi semangat belajar islam nya luar biasa
di kawasan asia lain, ada saudara muslimku yg bahkan tidak boleh puasa ramadhan oleh negaranya

Muslim memang harus kuat
dan aku harus memperkuat diri untuk menolong saudara muslimku yg lain

#semangat 


Mikroekonomi

Assalamu'alaikum
ceritanya mau nge-blog lagi nih saudara saudara :D

setelah lama mencari cari jalan
akhirnya...

yeah, today is the second day of middle test of this semester
and something that make today amazing is about the microeconomic it self

hari ini ujian mikroekonomi *prok prok prok*
Alhamdulillah lancar jaya :D

sesuatu yg membuatku semakin sadar mengapa dulu Allah tidak mengizinkanku masuk ITB
krn memang ada tempat lain yg membutuhkanku

disini, di tanah rantau, aku merasa sangat dibutuhkan
semester kemarin dan semester ini aku diizinkan mengajar ekonomi untuk teman teman yg krg paham :D
dan disitu aku sadar, aku menjadi sangat bermanfaat ketika disini

mungkin benar, Allah tidak akan mengubah keadaan sebelum aku mengubah cara berpikirku

Anyway, sudah dua tahun ya sejak masa masa sulit itu :"
Tapi Allah memang Maha Baik, Allah mengizinkan aku menjadi berbeda dari orang lain
dan insyaAllah akan terus seperti itu, tidak lagi penting bagiku lebel almamater, yg terpenting adalah diriku sendiri, bagaimana diriku bisa menjadi sangat bermanfaat bagi orang lain.

dan ya rasanya ya...
aku menjadi seseorang yg jauh lebih baik disini :))
Aku jadi mudah untuk ngajarin temen dan gak pelit ilmu
Gak kayak dulu pas SMA ya wkwkwkwk :))

Terimakasig kepada Allah yang sangat sayang kepadaku :D