Skip to main content

Mikroekonomi

Assalamu'alaikum
ceritanya mau nge-blog lagi nih saudara saudara :D

setelah lama mencari cari jalan
akhirnya...

yeah, today is the second day of middle test of this semester
and something that make today amazing is about the microeconomic it self

hari ini ujian mikroekonomi *prok prok prok*
Alhamdulillah lancar jaya :D

sesuatu yg membuatku semakin sadar mengapa dulu Allah tidak mengizinkanku masuk ITB
krn memang ada tempat lain yg membutuhkanku

disini, di tanah rantau, aku merasa sangat dibutuhkan
semester kemarin dan semester ini aku diizinkan mengajar ekonomi untuk teman teman yg krg paham :D
dan disitu aku sadar, aku menjadi sangat bermanfaat ketika disini

mungkin benar, Allah tidak akan mengubah keadaan sebelum aku mengubah cara berpikirku

Anyway, sudah dua tahun ya sejak masa masa sulit itu :"
Tapi Allah memang Maha Baik, Allah mengizinkan aku menjadi berbeda dari orang lain
dan insyaAllah akan terus seperti itu, tidak lagi penting bagiku lebel almamater, yg terpenting adalah diriku sendiri, bagaimana diriku bisa menjadi sangat bermanfaat bagi orang lain.

dan ya rasanya ya...
aku menjadi seseorang yg jauh lebih baik disini :))
Aku jadi mudah untuk ngajarin temen dan gak pelit ilmu
Gak kayak dulu pas SMA ya wkwkwkwk :))

Terimakasig kepada Allah yang sangat sayang kepadaku :D


Comments

Popular posts from this blog

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

Telepon Hari Ini

"Dek, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dalam kebaikan, raih apa yang ingin kamu raih, selesaikan apa yang ingin kamu selesaikan, pelajari semua yang adik ingin pelajari, karena setelah menikah, kamu akan terikat, waktumu tidak akan banyak untuk dirimu lagi. Dan adik harus ingat, jangan takut menikah, tidak semua pernikahan akan berakhir seperti ibuk."

What I have to say?

Something like, I do believe that setiap orang tua ga ingin lihat anaknya sedih. Ga mungkin juga orang tua menghalang-halangi kebahagian anaknya. Mereka hanya ingin menjaga dan memastikan kita ada dalam tempat dan kondisi yang semestinya.

Apalagi seorang ibu.

Tidak mungkin seorang ibu akan mudah melepas anak perempuannya begitu saja. Naluri dan perasaan ibu itu kuat. Maka, aku akan lebih memilih apa kata ibuku daripada perasaanku sendiri.