Skip to main content

The last day - Monumen Proklamasi

Assalamu'alaikum
Hai hai, hari ini hari ahad, 13 sya'ban 1436 H, bisa puasa ayamul bidh nih
hari ini hari terakhir jalan-jalan di episode liburan kali ini
dan hari ini tujuan utamanya adalaaah...

Monumen Proklamasi.



Monumen Proklamasi
di tempat inilah, kurang lebih 70 tahun yg lalu dibacakan naskah proklamasi, kini tempat ini berada di jalan Proklamasi, dulunya ia di jalan Pegangsaan Timur no.56 Jakarta.

weh, hari ini bener bener bolang deh...
ongkos pulang pergi cuma 10.500 rupiah
Untuk mencapai tempat ini,turun aja di stasiun cikini dan jalan lurus ke arah jalan proklamasi.

dan hal lucu yg aku dan anggita alami hari ini adalah...
ketika sampai, aku baru tahu kalau tempat ini cuma monumen gak ada museumnya, kecewa :"
Karena lapar kami makan ditaman dulu, dan gak taunya ada reporter dari salah satu stasiun televisi terkenal yang sedang cari 'mangsa' untuk ditanyai tentang hari kelahiran Pancasila.

Taman di Monumen Proklamasi


yep. Aku baru sadar, ini tanggal 31 Mei dan besok adalah hari lahirnya pancasila. Karena takut ditanyai dan takut gak bisa jawab apalagi kalau si reporternya tahu kami dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, yang harusnya tahu seluk beluk negara ini, wah bisa parah.

akhirnya kami cepat-cepat buka tab dan baca sejarah perumusan Pancasila.

"kita disini mau liburan lho, kenapa malah belajar..." kata anggita, haha

kabar baiknya, si reporter cepet pulang dan gak menemukan kami.

Tempat ini biasa digunakan untuk upacara bendera peringatan HUT Republik Indonesia. Bagus untuk jalan-jalan ataupun olahraga. Dan anyway, masuknya gratis.

Bagus buat foto-foto

Replika Naskah Proklamasi
Mushola Proklamasi

Monumen ini diresmikan di zaman Soeharto

Dan disinilah, tempat pasti pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945

Kami keliling cukup satu jam dan melanjutkan perjalanan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Kami diberi tahu satpam setempat tentang keberadaan Museum tersebut. Dari Monumen ini, jaraknya 2 km. Bisa jalan kaki, atau naik kopaja 213 bayar 4 ribu.

sesampainya di sana...

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl. Imam Bonjol no.1 Jakarta
museum yang biasanya buka ini, ditutup.
karena besok adalah hari kelahiran Pancasila, otomatis museum ini sedang dipersiapkan.
hmm...rasanya ya udah melalui lautan dan samudra tapi ternyata ditutup.

museum itu dulunya adalah rumah Laksamana Tadashi Maeda, ingat kan? Bapak itu sering disebutkan di buku sejarah :)
Sampai saat ini, jalan tempat bangunan itu berdiri tidak berubah.
ada apa aja sih di museum ini? Menurut sumber terpercaya, ada ruangan ruangan beserta patung pahlawan ketika merumuakan naskah proklamasi.

Kabar baiknya, di depan museum itu ada taman yang indah :D
Sebelum taman itu ada susunan rumput yang bagus

Berasa di eropa :'

Pangeran Diponegoro
disitu ada patung pangeran diponegoro dengan kudanya. Agak gak jelas sih emang, tapi bagus banget kok susunan rumputnya.

Lalu kami ke taman, dan taman itu bernama taman suropati, knama pahlawan bukan sih? Hehe

menurut catatan yang ada disana, taman itu adalah taman kota yang terbaik. Emang sih, kalau di surabaya kayak taman bungkul gitu deh, bersih dan rindang. Ketika kami sampai, masih banyak masyarakat yang beraktivitas disana, seperti ada yang mentoring :"
ada yang main kucing, ada yang sekedar duduk-duduk, dll.
Bersih
Rumah burung
Merpati

Salah satu sudut taman
yah karena kami sudah lelah dan sudah saatnya shalat dhuhur, kami memutuskan pulang. Karena kopajanya penuh terus, akhirnya kami jalan 2 km menuju stasiun cikini. Habis gini nimbang deh ya, jalan banyak banget hari ini :"

Mungkin bagi pembaca akan mudah menuju tempat-tempat tadi, tetapi sesungguhnya nggak. Dan aku sama anggita udah komitmen untuk gak mengeluh sesulit apapun tempat tujuan kami.
Aku jadi ingat ada sebuah quote, "banyak orang menyesali hal-hal yang tidak mereka lakukan 20 tahun lalu"

Kalau dibilang takut, sebenernya takut ya, soalnya ini Jakarta dan banyak tempat yg masih asing buat kami. dan Alhamdulillah Allah melindungi kami.Kalau dibilang bokek,aku lagi bokek sih,gimana ngaak, ini akhir bulan -_-" tapi aku bertekad untuk gak mengeluarkan uang terlalu banyak. Kalau dibilang mager, sebenenya aku juga mager, enak tidur di kos aja, tapi pasti kalau aku seperti itu, 20 tahun mendatang aku akan menyesal dan bertanya "kenapa aku gak melakukan hal tersebut dulu?"

dan bagiku sendiri, ini adalah latihan, kalau-kalau aku berkesempatan untuk mbolang ke turki, Amiiiiin.... aku bisa mengunjungi tempat-tempat sejarah Islam di sana tanpa rasa takut.

Once again, bagiku sejarah itu bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk dikunjungi, akan berbeda rasanya ketika membaca dan mengunjungi. Kabar bagusnya, di Jakarta ini banyak banget museum atau monumen tentang sejarah Indonesia.

oh iya, ini tanggal 31 Mei, HAPPY BIRTHDAY MY BELOVED CITY, SURABAYA!!!!
kotaku yang bersih, kota yang menjadi saksi aku dilahirkan dan dibesarkan... semoga makin kece dan maju terus.
AKU AREK SUROBOYO :D #Surabaya722

oke sampai sini dulu, may be next time kita cerita cerita lagi di tempat yang lebih seru dan di kesempatan yang berbeda.
happy weekend every one!!!
May Allah always protect us :"







Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…