Skip to main content

Sindrom Media Sosial

Tulisan yang sudah agak lama, kalau tidak salah waktu itu masih semester 2
Semoga bermanfaat
---------------------------------------

Belakangan tahun terakhir masyarakat dunia seakan dimanjakan oleh adanya media sosial. Berbagai akses informasi dan layanan fitur dapat dengan mudah dinikmati di media sosial. Media sosial pun tidak hanya menjadi tempat menambah kenalan tetapi juga sebagai wadah mengeksplor diri. Facebook misalnya, selain digunakan untuk menjalin hubungan pertemanan, masyarakat dunia juga menggunakan Facebook untuk berbagi ide, mencurahkan perasaan, pamer foto pribadi dan sebagainya. Adanya media sosial belakangan ini memunculkan fenomena baru pada masyarakat dunia, yaitu munculnya rasa ingin diakui. 

Maslow (dalam Handoko, 1994) mengungkapkan hasil penelitiannya tentang Hierarki Kebutuhan Manusia. Tingkatan kebutuhan keempat menurut Maslow adalah kebutuhan akan penghargaan. Kebutuhan ini merupakan tingkatan kebutuhan setelah kebutuhan kasih sayang terpenuhi. Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan yang lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. 

Penerapan dari teori ini dapat kita saksikan pada fenomena di media sosial seperti Instagram. Sejak Instagram diluncurkan pada Oktober 2010 lalu, Instagram telah memiliki 300 juta pengguna di tahun 2014. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jejak Pendapat Apps, dari 530 responden pengguna Instagram di Indonesia, foto yang paling sering dibagikan di Instagram adalah aktivitas yang sedang dilakukan (53,21%), foto pribadi (33,02%), dan makanan atau minuman (7,36%). Hal tersebut menunjukkan betapa masyarakat saat ini senang membagikan aktivitas yang dia lakukan dan foto pribadi miliknya. 

Pengguna instagram pun semakin senang jika foto yang dia upload ke dunia maya mendapat ‘like’ atau ‘comment’ dari pengguna lain. Rasa akan penghargaan, pengakuan, perhatian, reputasi, dan apresiasi pun terpenuhi.  Semaik banyak ‘like’, semakin meningkat rasa sukses akan pengakuan diri. Bisa kita bayangkan betapa massivenya penggunaan media sosial instagram ini. Survei yang dilakukan oleh Instagram Press Center pada tahun 2012 saja menunjukkan bahwa rata-rata 5 juta foto ter-upload per hari dan 575 ‘like’ per detik. Keinginan manusia untuk dilihat, diakui, dikenal, dan diperhitungkan memang terlihat nyata dengan adanya fenomena ini.

Namun, ada hal yang perlu kita garis bawahi, bahwa media sosial bukan tempat yang selamanya aman untuk membagikan setiap aktivitas kehidupan kita. Telah kita ketahui bersama adanya tindak kejahatan yang berkaitan dengan media sosial. Teknologi saat ini memungkinkan seseorang untuk mengambil tanpa izin foto orang lain di laman milik orang tersebut dan mengeditnya sesuai keinginan si pengedit. Contoh yang sering terjadi adalah pengeditan foto yanng berbusana menjadi tidak berbusana. Kejahatan penipuan dan akun palsu juga kerap muncul belakangan ini. Kejahatan lain yang mungkin timbul dari aktivitas pemuasan kebutuhan pengakuan diri ini adalah tentang bahaya syahwat. Betapa banyak pengguna media sosial yang memamerkan keindahan wajah atau tubuhnya yang hal tersebut sering kali membuka pintu setan bagi lawan jenisnya. Tidak sedikit juga kasus tentang pembunuhan seorang gadis oleh teman yang baru ia kenal melalui media sosial.

Kejahatan-kejahatan semacam itulah yang membuat penulis sendiri sering melakukan perdebatan kecil dengan hati sendiri untuk mengupload foto pribadi atau tidak. Terlebih juka penulis baru mengambil foto yang menurut penulis bagus secara wajah dan penampilan. Namun, pada akhirnya penulis lebih memilih untuk tidak mengupload foto yang menunjukkan wajah sebagai upaya untuk proteksi diri dari berbagai macam kejahatan yang mungkin terjadi. Sebagai gantinya, penulis tetap bisa mengupload foto pribadi dengan format foto punggung atau foto dari belakang. Kurang ekspresif memang, tetapi bagi penulis hal tersebut adalah langkah aman untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan pengakuan diri dan melindungi diri sendiri.

Teknologi tercipta adalah untuk memudahkan kehidupan manusia. Adanya akses untuk menyalurkan kebutuhan diri ini memang sangat menggiurkan, tetapi tetap perlu digunakan secara bijak dan waspada. Kebutuhan akan pengakuan diri tetap perlu terpenuhi, tetapi yang dapat melindungi privasi pengguna media sosial adalah orang yang bersangkutan. Ketika kita sudah menekan tombol ‘klik’ untuk mengupload foto ke media sosial, berarti kita sudah menyatakan persetujuan bahwa foto tersebut bukan lagi milik kita pribadi, melainkan foto tersebut telah menjadi milik publik. 

Perlu diingat bahwa kebutuhan pengakuan diri tidak hanya dapat didapat melalui media sosial, komunikasi secara offline dengan keluarga, teman, saudara juga merupakan akses untuk memenuhi kebutuhan ini. Maka jadilah bijak dalam menggunakan media sosial. Berpikirlah berulang-ulang sebelum mengupload hal milik pribadi ke dunia maya. Jadikan teknologi sebagai alat yang mempermudah hidup kita, buka sebagai alat yang mebuat kita kecanduan.

Surabaya, 13 September 2015
Rahma Aziza Fitriana
Mahasiswa DIII-Akuntansi PKN STAN


Referensi :
                Handoko, T. Hani. 1994. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
                Gopego.com/news/a/2012/04/instagram-capai-30-juta-pengguna
                Blog.jakpat.net/apa-yang-kerap-kita-lakukan-sebagai-pengguna-instagram/


Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Jogjakarta

Alhamdulillah sedah pulang..
habis dari Jogjakarta
kemana aja?

ceritanya habis konser Sheila On 7 yang pulang malam malam dan membuat aku dimarahin mas
besoknya ambil rapot langsung tancap gas ke jogja
sampai jogja jam 4 pagi dan shalat subuh distasiun tugu
tapi bukan berarti naik kereta ini, karena di Jogja ga ada saudara,jadi bakal ribet kalau mau kemana mana,makanya kami naik mobil.

selepas stasiun yang uapik dan bersih banget, langsung meluncur ke UGM
liat masjid,makan,belanja
terus menuju ke Keraton Jogjakarta samapi mules
akhirnya kesampaian juga ke Borobudur yabg ruamee
terakhir sampai di Malioboro selepas Isya'

Jogja keren banget :DD
Subhanallah
mesti gini ya kalau habis keluar surabaya
sadar kalau di Indonesia buanyak banget tempat yang bagus dan keren
jadi kenapa harus keluar negeri kalau di negeri sendiri keajaibannya luar biasa?