Skip to main content

Menunggu

Prolog
"Diantara bentuk kedhaliman adalah membuat saudaranya menunggu"

Entah dari mana aku mendapat quote itu. Quote yang memotivasiku untuk sebisa mungkin tak membuat orang lain menunggu.
Dan entah sejak kapan, aku telah berprinsip, lebih baik aku menunggu daripada ditunggu.

Menunggu.
Terdengar melelahkan memang.
Dan menjengkelkan jika terlalu lama.
Namun, ada banyak hal yang bisa aku lakukan sambil menunggu.

Menunggu mengajarkanku akan kesabaran, kesabaran untuk memahami, tak semua orang berprinsip sama denganku yg bersedia datang sebisa mungkin tepat waktu dan tak ingin membuat orang lain menunggu. Menunggu mengajarkanku untuk memahami orang lain yg mungkin masih terjebak dalam 'zona nyaman' nya untuk membuat orang lain menunggu yang sejatinya hal tersebut akan berdampak butuk bagi dirinya sendiri.

Menunggu membuatku jauh lebih kreatif. Aku sadar jika sedang janjian dengan orang lain, lalu aku datang tepat waktu, kemungkinan besar aku akan menunggu kedatangannya, karena tabiat orang Indonesia yang mungkin masih salah, tetapi, dengan tahu bahwa aku akan menunggu, aku bisa mempersiapkan hal yang dapat aku lakukan ketika menunggu.
Itulah alasan mengapa tasku terlihat lebih berat dari kebanyakan orang, bawaanku terkesan lebih rempong dari orang lain, karena aku membawa laptop, buku, atau hal lain yang bisa aku manfaatkan selama menunggu.
Hal yang paling sering aku lakukan ketika menunggu adalah membaca. Bahayanya, jika aku tak memprediksikan bahwa aku akan menunggu, jari-jariku akan sibuk dengan medsos selama masa pertungguan.

Menunggu bukan hanya tentang menanti kedatangan orang lain.
Menunggu juga tentang mengisi kehidupan ketika diperjalanan, ketika di kereta, diatas motor, di angkot, ketika mengantri pun adalah definisi menunggu bagiku.
Dan selama masa-masa menunggu itu, banyak hal yang bermanfaat yang bisa dilakukan, contoh, mendengar murattal, membaca buku, murajaah hafalan, berkenalan dan SKSD dengan orang lain untuk menambah wawasan dan networking, dll.

Jadi, masih ingin datang telat dan membuat orang lain menunggu? Tidakkah ingin sekali-kali merasakan menjadi orang yang menunggu dan melakukan banyak aktivitas positif? Semoga Allah mudahkan kita untuk menjadi orang yang tamendhalimi orang lain dengan kesengajaan keterlambatan kita. Aamiin.

Epilog
Namun, jika kamu terlalu lama datang.
Terlebih kamu terlalu lama berpikir dan tidak segera berubah,
apa iya aku harus terus menunggumu? #eaa #khilaf

Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…