Skip to main content

Mereka para Ulama



Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tulisan ini penulis tujukan sebagai rasa kasih sayang kepada seluruh saudara muslim secara umum sebagai upaya untuk selalu saling mengingatkan dan selalu menjaga hak-kewajiban sesama muslim. Semoga Allah selalu menjaga niat baik dalam jalan-Nya. Semoga Allah mengizinkan kita untuk wafat dalam keadaan islam, iman, dan ihsan agar bisa berkumpul di Jannah-Nya. Aamiin.
Pemimpin harapan jagat raya, seperti apakah itu?
            Mari kita sedikit belajar sejarah dengan melihat kepemimpinan Rasulullah dari tahun satu hingga sepuluh hijriyah. Rasulullah sallallahu alaihi wassalam menjadi raja dan nabi di kota Islam pertama di dunia, Madinah Al-Munawarah. Masyarakat Arab yang awalnya adalah masyarakat yang jahil, dibawah kepemimpinan Rasulullah, menjadi masyarakat yang beradab dan disegani. Bagaimana tidak? Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bahkan, Rasulullah-lah pelopor pertama cara penulisan pembukaan surat yang dipakai hingga saat ini. Kita tentu ingat kiriman surat Rasulullah kepada raja Heraklius, “Bismillahirahmanirrahim, dari Muhammad Rasulullah, salam kepada Najasyi, pembesar Habasyah. Salam kepada siapa yang  mengikuti petunjuk. Amma Ba’du”.
            Mari kita menilik perjalanan Khulafaur Rasyidin yang menggantikan Rasulullah. Dibawah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, hukum Islam ditegakkan dan kedholiman terminimalisasi. Kita tentu ingat kisah sebuah negeri dibawah kepemimpinan salah satu khalifah yang di negeri itu tidak ada satu pun orang yang ingin menerima zakat karena seluruh penduduk di negeri itu telah tercukupi keperluannya.
            Sejarah mencatat kepemimpinan dibawah dinasti Islam adalah kepemimpinan yang luar biasa. Dimulai dari dinasti Umayyah, berlanjut ke dinasti Abbasiyah dan dinasti-dinasti berikutnya, dan berakhir di dinasti Ustmaniyyah yang disebut sebagai dinasti paling hebat kekuasannya di seluruh jagat raya. Bagaimana tidak? Para ilmuwan muslim telah mengharumkan nama islam. Tentu kita ingat Ibnu Sina dan kiprahnya di bidang kedokteran, Al Battani dan penemuannya di bidang trigonometri, Ibnu Rusyd dan Filsufnya yang diakui oleh dunia, serta Al Khawarizmi dan Aljabar yang kita gunakan hingga saat ini. Bagaimana bisa masyarakat yang awalnya jahil berubah menjadi pelopor penemuan di dunia?
Islam telah menguasai dunia ini selama lebih dari 1347 tahun. Sembilan puluh dua tahun dari runtuhnya kekuasaan Islam di Turki Ustmani, tepatnya tahun 1924, telah mengubah tatanan masyarakat muslim. Saat ini, tahun 2016, bisa dikatakan umat Islam mengalami kemunduran dibandingkan sejarah yang telah penulis paparkan diatas. Saat ini, tahun 2016, kemaksiatan terjadi dimana-mana, zina menjadi hal biasa, pencurian, khamar, riba, dusta, adalah hal yang bersinggungan dengan umat Islam saat ini.
Hal yang dapat kita pahami bersama dari uraian diatas adalah kepemimpinan Islam telah membuat kemajuan dan perbaikan di segala sisi. Dapat ditarik sebuah kesimpulan, setidaknya ada dua kriteria untuk menjadi pemimpin harapan jagat raya. Yang pertama, dia haruslah seorang muslim. Kita meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang benar disisi Allah selain agama Islam sehingga seorang pemimpin haruslah berasal dari agama Islam. Mengapa muslim? Karena muslim-lah umat yang berusaha menyempurnakan akhlak berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam. Yang kedua, dia harus berasal dari golongan ulama. Ulama dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari Alim yang artinya orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam . Ulama yang dimaksud disini adalah benar-benar orang yang berilmu tentang Islam, orang yang mengamalkan ilmunya, bukan orang awam yang disebut banyak orang sebagai ulama karena baru pulang dari haji atau karena jabatan dan kekayaan.
Mengapa harus ulama? Karena ulama-lah yang paling paham tentang halal-haramnya Allah.
Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [QS Surat Fathir: 28]

Ulama adalah pewaris para nabi. [HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radliallau anhu]

Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak. [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

Mari kita telaah apa yang terjadi jika pemimpin bukan berasal dari golongan ulama. Hukum Allah dianggap remeh. Mengapa hal yang demikian itu terjadi? Karena pemimpinnya bukanlah orang yang berilmu. Pemimpinnya bukanlah orang yang paham tentang syariat Islam yang Allah turunkan untuk kebaikan manusia. Pemimpinya kurang berilmu tentang pertanggungjawaban diakhirat. Kita pasti yakin bahwa Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan pemimpin kekhalifahan adalah orang yang berilmu. Merekalah orang yang berilmu yang menjadikan Islam melesat jauh kedepan.
Rasulullah ketika menjelang wafat sempat pingsan sebanyak tiga kali di rumah Aisyah. Saat akan pingsan yang pertama, Rasulullah berkata kepada Aisyah untuk meminta ayah Aisyah, Abu Bakar, menggantikan Rasulullah sebagai imam shalat. Aisyah meminta Rasulullah untuk memilih orang lain dengan alasan Abu Bakar adalah orang yang paling mudah menangis ketika membaca ayat, tetapi Rasulullah tetap bersikukuh bahwa harus Abu Bakar yang menjadi imam shalat kaum muslimin. Patokan yang Rasulullah ajarkan adalah seorang pemimpin harsulah orang yang bisa menjadi imam shalat. Yaitu yang benar bacaannya, yang paling banyak hafalannya, yang paling khusyuk kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Mengapa harus Abu Bakar yang Rasulullah pilih?
Seandainya keimanan Abu Bakar radliallahu anhu ditimbang dengan keimanan penduduk bumi (selain para Nabi dan Rasul sallallahu alaihi wasalam) maka sungguh keimanan beliau radliallahu anhu  lebih berat dibandingkan keimanan penduduk bumi.
[HR. Ishaq bin Rahuyah dalam Musnadnya, no. 1266 dan al-Baihaqi dalam Syu’abul iman, no. 36 dengan sanad yang shahih]
Bagaimana tidak? Abu Bakar-lah orang yang meyakini kebenaran Isra’ Mi’raj ketika banyak orang tidak percaya kepada Rasulullah. Abu Bakar-lah orang yang menemani Rasulullah hijrah ke Madinah. Abu Bakar-lah orang yang rela di gigit ular agar Rasulullah tidak terbangun ketika bermalam di Gua Tsur. Masa ketika Abu Bakar akan wafat, beliau berwasiat kepada kaum muslimin untuk memilih muslim yang paling berilmu dan mengamalkan ilmunya, maka diangakatlah Umar bin Khattab. Umar bin Khattab radliallaahu anhu berkata ‘Belajarlah ilmu sebelum menjadi pemimpin’ (riwayat Ibnu Abi Syaibah).
Jelas bukan? Pemimpin jagat raya haruslah orang yang mengerti agama Islam. Islam telah mengatur seluruh aspek dalam kehidupan ini maka tidak mungkin agama terpisahkan dengan kehidupan politik, tidak mungkin agama terpisahkan dengan ekonomi, tidak mungkin agama terpisahkan dari tataran kehidupan masyarakat.
Pemimpin harapan jagat raya haruslah orang yang berilmu. Karena segala bentuk kepemimpinanya akan dipertanggungjawabkan.
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ketahui.
Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani,
semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
[Q.S Al-Israa’: 36]
Bintaro, 22 November 2016
Rahma Aziza Fitriana
Mahasiswa semester 5 
Politeknik Keuangan Kegara STAN


Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Terlalu Tangguh

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari kedua Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sekaligus hari kedua merasakan kerasnya kehidupan Jakarta. Terlalu lebay mungkin jika disebut keras, maksudku disini adalah merasakan macetnya Jakarta. Baru dua hari dan aku merasakan ternyata capek juga ya untuk menempuh jarak yang hanya 9 km di Jakarta. Bagaimana tidak? Jika bandingannya adalah SMA dan kampusku dulu di Surabaya yang bisa lebih dari 15 km dan aku tempuh sendiri, rasa capeknya lebih besar di Jakarta.

Tadi pagi, saat baru sampai kantor dan perut keroncongan, aku melihat banyak pekerja yang berlalu-lalang. Aku kagum melihat mereka. Sudah berapa tahun mereka melewati ini semua? Aku saja, tadi pagi merasa begitu capek untuk naik motor ke kantor. Aku membayangkan mereka yang harus berdiri di KRL atau busway dan mereka masih harus bekerja selama berjam-jam.

Begitu sayangnya kah mereka kepada keluarganya?
Hingga mereka mengorbankan tenaganya agar keluarganya tetap s…