Skip to main content

Tentang Penempatan

Bismillahirahmanirahim
waktu telah bergulir dan saat saat meninggalkan kampus telah di depan mata
penempatan adalah hal yang kami nanti. Atau lebih tepatnya, hal yangg orang tua kami nanti.

adalah aku yg sedikit ingin mengungkapkan hal yg kupikirkan ttg penempatan.
pada dasarnya, kupikir, penempatan dimanapun adalah hal yang terbaik.
.
Di Jakarta misalnya
entah apa instansinya, walau macet, walau penuh sesak dengan lautan manusia, dan walau biaya hidup begitu menjulang tinggi, tetap ada kebaikan disana.
Bagaimana tidak? Jabodetabek adalah tempat paling save dalam hal keilmuan di kota besar. Surabaya? masih jauh dibawah Jabodetabek, menurutku. Ada kajian dimana-mana, tak mengenal pagi,siang,sore, malam, tiap waktu pun ada. Kajian adalah alasan terbesar untuk bertahan di Jabodetabek.
Bintaro utamanya. Kebaikan dan kebermanfaatan tersebar begitu mudahnya disini. Ada banyak sarana belajar, FHQ An-Nashr dengan para pengajarnya, HCQ MBM dengan segala programnya, dll adalah hal yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Penempatan disini membuka peluang untuk ikut melanjutkan kebaikan dan kebermanfaatan yang telah ada. Terlebih, sekolah sunnah pun telah tersedia, pendidikan anak untuk mengenal sunnah tak perlu dirisaukan.
Keletihan dan kesusahpayahan melewati macet bisa diakali dengan murajaah, kesulitan berdesak-desakan dengan penduduk lain di KRL bisa dimanfaatkan dengan membaca buku untuk menambah ilmu dan pengetahuan.

Bagaimana jika penempatan luar Jawa?
Mungkin sedikit masalah bagiku jika instansinya adalah DJP atau DJBC. Mungkin hal berat yang harus dilalui di luar Jawa adalah jauh dari keluarga dan kerabat. Hal sulit lainnya adalah, tidak bisa seenaknya pulang ke Jawa karena biaya pulang yang mahal.
Namun, bila sedikit dilihat, luar Jawa berpotensi memberikan amal jariyah yang begitu besar. Bayangkan, jika tak ada rintisan pengajian disana, dan kita adalah perintisnya, betapa banyak pahala yang akan mengalir, walau tak semudah membalik telapak tangan tentunya.
luar Jawa juga memungkinkan bagiku untuk mendidik anak-anakku kelak sesuai sunnah. Bagaimana tidak? setelah aku telaah, aku pikirkan kembali, aku lihat dan telusuri, menikah bukan hanya tentang aku dan kamu, menikah adalah tentang aku, kamu, keluargaku, dan keluargamu. Anak-anakku tidak akan hanya aku yang mendidik. Ibuku, kerabatku, kerabatmu juga akan ikut mendidiknya, dan selama mereka belum sepaham dengan kita nantinya, aku takut, bukannya Al-Qur'an yang akan mereka ajarkan atau biasakan ke anak-anak kita, aku  khawatir, dalam pengasuhan mereka, anak-anak kita akan lebih akrab dengan nyanyian, dengan kartun, dengan pemikiran-pemikiran yang tak sejalan dengan tujuan kehidupan kita. Luar Jawa adalah solusinya. Jauh dari kerabat, kita yang punya hak sepenuhnuhnya untuk mendidik anak-anak kita.
Tidakkah kamu tahu Musa atau hafidz cilik lainnya yang berasal BUKAN dari Pulau Jawa?
Tidakkah kamu ingin menjauhkan anak-anakmu dari berbagai kemudahan fasilitas di Pulau Jawa yang malah seringkali melalaikan? see? ada kebaikan dengan penempatan di luar Jawa.
Bahkan jika kamu adalah anak STAN, dan kamu ditempatkan di luar Jawa, aku bertekad untuk mengikutimu, to be always beside you *dan sebenernya ga tau, 'kamu' itu siapa wqwq*

Penempatan homebase
luar biasa enaknya. Bingkisan bakti kepada orang tua dengan mudah akan tersampaikan.

Lihat kebermanfaatan apa yang bisa kita beri di tempat kita ditempatkan.
Entah tinggal meneruskan kebaikan yang telah ada atau merintis kebaikan yang belum ada.


Allah Maha Tahu yang terbaik. Tugasku, tugasmu, tugas kita adalah berprasangka baik kepada-Nya. Tetaplah berdo'a, tetaplah berusaha, "Berdo'alah kepada-Ku (Allah), niscaya akan Aku kabulkan"- Ghafir:60

Comments

Popular posts from this blog

Syahadat Mematahkan Salib Pendeta

Bismillahirahmanirahim
hari ini,30 desember 2012,di Masjid Al Falah Surabaya, aku menyaksikan kesaksian seorang mantan Pendeta yang menjadi muslim dan menjadi ustadz saat ini.

dimulai dengan video perdebatan mantan muslim dan mantan nasrani yang ha banget
lalu sebuah cerita nyata tentang saudara kita seorang yang baru masuk islam,ayahnya seorang hindu dan ibunya seorang aktivis gereja, ia ketahuan shalat malam oleh ayahnya,dan hari pertama seluruh alat shalatnya dibakar, tidak jera,ia kembali shalat, hari kedua rambutnya dipangkas oleh ayahnya,tak jera lagi,ia kembali shalat dan hari ketiga itulah ia diikat oleh rantai,hingga akhirnya meninggal dunia. adiknya yang juga ingin masuk Islam,lari ke masjid Al Falah dan melaporkan hal ini.
taukah kawan? jasad saudari kita ini di semayamkan di gereja lalu di bakar secara ngaben,namun, wajahnya (kepala) tak mampu terbakar,bahkan tergores pun tidak. hingga ayahnya jengkel dan membawanya ke guru agama Islam putrinya dan disanalah, kepalanya dik…

sakit

Setiap manusia pasti diuji
dan itu adalah pasti

mungkin ujian terberat adalah ketika diberi kemudahan
karena dengan kemudahan, kadang kala kita jadi mudah meremehkan orang lain

Allah sudah memerintahkan untuk berdoa
berdoa memohon yang terbaik

Kadangkala sebagai penonton, kita mudah mengatakan
"Sabar ya...insyaAllah ada jalan keluarnya"

Namun ketika kita sebagai pemain, kita seolah susah menerapkan kesabaran

ini adalah tahun kesekian bagiku untuk melewati ujian ini lagi
sakit. Yang tidak mudah untuk aku jelaskan

kondisiku menjadi berbeda dengan orang lain
dan terkadang aku merasa iri dengan mereka yang normal-normal saja

lalu aku tersadar, mungkin ini adalah jalan yang mudah bagiku untuk membuka pintu surga bernama "kesabaran"

iya. Kesabaran

Betapa banyak cerita tentang hamba Allah yang diuji berbagai hal dan sabar dan mereka menjadi terangkat derajatnya dihadapan Allah.

sakit. Tidak apa-apa.
aku memang kurang normal jika dibandingkan orang lain
tetapi itu berarti …

Jogjakarta

Alhamdulillah sedah pulang..
habis dari Jogjakarta
kemana aja?

ceritanya habis konser Sheila On 7 yang pulang malam malam dan membuat aku dimarahin mas
besoknya ambil rapot langsung tancap gas ke jogja
sampai jogja jam 4 pagi dan shalat subuh distasiun tugu
tapi bukan berarti naik kereta ini, karena di Jogja ga ada saudara,jadi bakal ribet kalau mau kemana mana,makanya kami naik mobil.

selepas stasiun yang uapik dan bersih banget, langsung meluncur ke UGM
liat masjid,makan,belanja
terus menuju ke Keraton Jogjakarta samapi mules
akhirnya kesampaian juga ke Borobudur yabg ruamee
terakhir sampai di Malioboro selepas Isya'

Jogja keren banget :DD
Subhanallah
mesti gini ya kalau habis keluar surabaya
sadar kalau di Indonesia buanyak banget tempat yang bagus dan keren
jadi kenapa harus keluar negeri kalau di negeri sendiri keajaibannya luar biasa?