Yakin

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Bersykur atas segala nikmat yang telah Allah beri

Tepat di sini. Dinamika, Yudisium, dan Wisuda

Aku ingat sekali, waktu itu semester satu, di gedung J, hari Jum'at, menunggu pelajaran bahasa Indonesia, aku meneteskan air mata dan menulis di blog ini, menyatakan kesedihanku entah karena apa. Yang ku ingat adalah saat itu masih berat bagiku untuk menjalani hidup disini, berat untuk mengalahkan ketakutan akan ancaman DO. Dan yang ku ingat, aku sedih karena merasa tertinggal, teman-teman SMA saat itu sudah semester tiga sedangkan aku memulai kembali kehidupan sebagai maba.

Hari demi hari aku lewati, kesedihan itu berubah menjadi rasa cinta. Cinta yang sulit untuk didefinisikan. Cinta pada almamater yang membuatku merasa nyaman dan aman. Walau ketakutan akan ancaman DO itu tetap ada, aku tak lagi menghadapinya dengan air mata, aku pasrah, kalaupun harus DO, aku masih bisa belajar hal lain, dimanapun tempatnya, walau bukan di bangku kuliah, pikirku saat itu.

Dan tepat di sini. Di sebelah pohon ini. 15 September 2017

Dan hari ini, aku mengerti. Cinta tumbuh dari rasa suka dan duka yang telah terlewati di masa lalu.

Se-cinta apakah kamu pada almamatermu?
Mungkin boleh aku katakan bahwa kajur, kaprodi, dan jajaran petinggi lainnya telah membuktikan cintanya lewat kontribusi nyata. Hari ini aku menyaksikan beliau-beliau rapat untuk kebaikan jurusan Akuntansi tercinta.

Banyak sekali hal yang dibahas. Banyak sekali hal yang harus mereka pikirkan. Dan aku sangat bersyukur bisa menyaksikan itu semua, menjadi contoh bagiku bahwa cinta ditunjukkan dengan perbuatan, bukan dengan lisan semata.


Mungkin benar, dulu aku menangis karena tidak masuk ITB.
Benar sekali, aku sering menangis ingin pulang di awal-awal semester satu di STAN.
Dan hal yang aku tangisi dulu, menjadi hal yang SANGAT aku syukuri!

Hidupku benar-benar ditata indah oleh Allah.
Segala puji hanya milik Allah yang menggerakkan hatiku memilih STAN dan memilih bertahan disana yang kemudian aku menemukan apa yang aku inginkan. Jauh lebih indah dari rencana awalku yang ingin menjadi ilmuwan.

Maka, jangan pernah buruk sangka.
Aku tahu, tak semua keinginan kita akan diberi oleh Allah.
Namun, aku yakin, Allah memberi apa yang terbaik, walau mungkin yang terbaik versimu tidak sesuai dengan yang terbaik versi yang telah tertulis di lauh mahfudz.
Yakinlah!
Terus yakin!
Mintalah hati yang lurus dan pikiran yang jernih kepada-Nya.

Comments

Popular posts from this blog

Takdir

sakit

Bagian ternyaman dari Kamar Kos